Dispar Kaltim Beberkan Cara Membuat Destinasi Wisata Berkualitas

Fajri
By
243 Views

Destinasi wisata berkualitas menjadi kunci untuk menarik wisatawan datang lagi dan lagi.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pariwisata menjadi sektor penting bagi Indonesia, termasuk Kalimantan Timur (Kaltim). Kedatangan wisatawan tak hanya mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), tapi juga memberikan dampak baik sosial dan ekonomi bagi wilayah yang dikunjungi.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, dalam acara “Bincang-bincang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” dengan tema “Destinasi Berkualitas” di Samarinda, Jumat (3/5/2024).

“Destinasi wisata berkualitas menjadi kunci untuk menarik wisatawan datang lagi dan lagi,” tegas Ririn.

Menurutnya, ada beberapa standar yang harus dipenuhi untuk menjadi destinasi wisata berkualitas. Pertama adalah aksesibilitas, yakni kemudahan akses menuju lokasi wisata. Aspek kedua adalah sarana pendukung seperti penginapan, sanitasi, dan ketersediaan air bersih. Karena fasilitas yang memadai akan membuat wisatawan merasa nyaman.

Ketiga, keragaman kuliner daerah juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pasalnya kuliner khas bisa menjadi pembeda dan membuat wisatawan ingin kembali.

Tak lupa, masalah sampah pun tak boleh luput dari perhatian. Kebersihan destinasi wisata menjadi faktor penting untuk memberikan kesan positif bagi pengunjung. Aspek terakhir adalah pemasaran. Di era digital ini, pemasaran destinasi wisata harus semakin kreatif dan inovatif.

“Pembuatan video dan konten menarik di media sosial menjadi salah satu strategi yang bisa dimaksimalkan,” sarannya.

Dispar Kaltim Beberkan Cara Membuat Destinasi Wisata Berkualitas
Situasi “Bincang-bincang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” dengan tema “Destinasi Berkualitas” di Samarinda, Jumat (3/5/2024). (Yasinta Erikania Daniartie/Akurasi.id)

Data Dinas Pariwisata Kaltim menunjukkan peningkatan aktivitas pariwisata yang cukup mencolok, terutama selama musim lebaran. “Terjadi peningkatan jumlah wisatawan sebesar 30 hingga 40 persen, terutama di destinasi populer,” ungkap Ririn.

Namun, di balik peningkatan tersebut, terdapat pula tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. “IKN berpotensi mengubah pola pergerakan dan pola kunjungan wisatawan. Hal ini menuntut adanya strategi yang tepat dalam pengelolaan destinasi pariwisata,” imbuh perempuan yang mengenakan jilbab merah muda pada sore hari ini.

Ririn menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan tersebut. Dinas Pariwisata berperan sebagai fasilitator dan penggerak utama dalam pengembangan destinasi wisata. Pihaknya bekerja sama dengan berbagai stakeholder terkait untuk meningkatkan infrastruktur dan pelayanan pariwisata.

Salah satu aspek yang ditekankan dalam pengembangan destinasi wisata Kaltim adalah ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini mencakup pembangunan sarana dan prasarana yang memperhatikan kebutuhan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat setempat.

“Misalnya, peningkatan kualitas fasilitas umum seperti toilet dan pengelolaan sampah yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }