Andi Harun bilang, sebagai petugas partai, ia menunggu arahan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Menurutnya, siapapun nantinya yang ditunjuk untuk berlaga, merupakan sosok yang pantas untuk memimpin Benua Etam, sapaan Kalimantan Timur.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Gemuruh Pilgub Kaltim 2024 mulai terasa. Salah satu nama yang digadang-gadang sebagai kandidat kuat adalah Andi Harun, Wali Kota Samarinda yang kini tengah menduduki jabatannya.
Saat ditanya oleh awak media terkait kesiapannya mengikuti kontestasi politik tersebut, Andi Harun tidak menjawab secara gamblang. “Emang kira-kira sudah pantas?” tuturnya saat diwawancarai di Samarinda pada Minggu (3/2/2024).
Dia bilang, sebagai petugas partai, ia menunggu arahan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Menurutnya, siapapun nantinya yang ditunjuk untuk berlaga, merupakan sosok yang pantas untuk memimpin Benua Etam, sapaan Kalimantan Timur.
Ia pun menjelaskan sisi pantas tersebut dapat dilihat dari latar belakang yang dimiliki. Bukan berdasarkan uang maupun partai politik yang mengusung.
Dalam kacamata Andi Harun, untuk memimpin Kaltim maka harus menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah (PR). Yaitu pembangunan infrastruktur yang menjadi keberhasilan pembangunan ekonomi. Sebuah wilayah yang memiliki sarana prasarana kurang memadai menyebabkan ekonomi lemah.
Ia meminta agar pemimpin Kaltim jangan terlena, dengan APBD senilai Rp20,67 miliar. Saat ini kontributor pendukung ekonomi di Kaltim masih didominasi oleh sektor sumber daya alam (SDA). Lambat laun akan habis, sehingga dibutuhkan investasi-investasi jenis baru.
“SDA Kaltim akan habis, kita harus mencari sumber pendapatan baru melalui investasi di sektor lain,” ujarnya.
Baca Juga
Tak hanya itu, jalur penghubung antara kabupaten dan kota pun masih menjadi tugas besar. Pasalnya dengan jalur tersebut dapat menyambungkan sentra produksi pertanian, perikanan, perkebunan dengan kota, pasar.
Andi Harun juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kaltim. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim memang sudah mencapai 78,20, namun akses pendidikan masih menjadi PR.
“Kita tidak hanya fokus pada IPM, tapi juga Human Capital Index (HCI),” kata Andi Harun.
Orang nomor satu di Kota Tepian ini menegaskan, Kaltim membutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas dan integritas untuk menyelesaikan PR-PR tersebut.
“Kaltim harus dipimpin oleh orang yang punya kemampuan dan kemauan untuk membangun Kaltim lebih baik” tandasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id