Tenaga Kerja Didominasi Pendatang, KNPI Desak Pemkot Bontang Beri Prioritas pada Pemuda Lokal

Fajri
By
184 Views

KNPI Kota Bontang mendesak Pemkot dan perusahaan agar memprioritaskan pemuda lokal dalam perekrutan tenaga kerja. Minimnya lapangan kerja dan dominasi pendatang jadi sorotan tajam.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bontang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang agar memprioritaskan pemuda lokal dalam proses rekrutmen tenaga kerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Ketua KNPI Bontang, Indra Wijaya, menilai minimnya lapangan kerja bagi pemuda menjadi persoalan serius. Terlebih, ia menyoroti masih banyaknya posisi kerja yang justru terisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.

“Terlebih dengan hadirnya Pabrik Soda Ash yang akan dibuka di Bontang, seharusnya bisa menjadi peluang besar untuk menekan angka pengangguran di kalangan pemuda,” ungkap Indra dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD di Pendopo Jalan Awang Long, Senin (14/4/2025).

Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pemuda harus menjadi prioritas dalam rencana kerja Pemkot Bontang. Pasalnya, pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri dinilai masih minim.

“Pemuda merupakan aset daerah yang memiliki potensi besar dalam mendorong inovasi dan percepatan pembangunan. Sudah seharusnya mereka mendapat perhatian utama,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan komitmen pemerintah melalui Dinas Ketenagakerjaan untuk menyelenggarakan pelatihan kerja yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul.

“Panggil semua perusahaan, minta komitmen mereka soal rekrutmen tenaga kerja. Gunakan putra daerah, jangan melulu dari luar. Tapi saya juga ingatkan, jangan hanya menuntut, pemuda juga harus siap dan mau berkembang,” ujar Neni.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Bontang, Abdu Safa Muha, menyatakan kesiapannya menjalankan arahan tersebut. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sebagian pemuda kerap memilih-milih pekerjaan dan enggan mengikuti pelatihan.

“Kami siap memfasilitasi. Tapi jangan jadi pemuda yang malas. Itu soal karakter yang perlu dibenahi,” ucapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang dihimpun, 80 persen peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) merupakan pemuda usia 16–30 tahun, sesuai definisi pemuda dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

“Untuk pengangguran di luar usia tersebut, pembinaannya akan kami dorong ke Kesbangpol. Tapi kalau pemuda, silakan datang ke kami, kami siap berkolaborasi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Dwi Kurniawan Nugroho
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }