Warga Kampung Malahing Bontang Minta Pemerataan Gas Subsidi 3 Kilogram

Devi Nila Sari
232 Views

Warga Kampung Malahing Bontang berharap pemerintah bisa mengelola pasokan gas LPG. Supaya harga bisa ditekan, dan warga bisa menikmati gas subsidi.

Kaltim.Akurasi.di, Bontang – Warga Kampung Malahing, sebuah perkampungan di atas perairan tengah laut yang berada di RT 30, Kelurahan Tanjung Laut Indah, meminta pemerataan pasokan gas subsidi 3 kilogram di wilayah mereka.

Permintaan ini disampaikan langsung oleh Ketua RT 30, Nasir. Ia menyebut, pemerataan gas subsidi sangat penting bagi warganya yang mayoritas bekerja sebagai nelayan, dengan penghasilan antara Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta, tergantung hasil tangkapan ikan.

Lantaran harga gas subsidi ini berkisar Rp35 ribu, jauh dari harga eceran tertinggi (HET) Kaltim yakni Rp21 ribu.

“Stok yang didapat penduduk disuplai oleh salah satu warga saja, lantaran harga di darat didapat dengan kisaran harga Rp35.000,” jelas Nasir, Sabtu (26/04/2025).

Karena keterbatasan penghasilan dan mahalnya harga gas subsidi di wilayah mereka, banyak warga terpaksa memilih menggunakan kayu bakar untuk memasak, sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga.

Penggunaan Kayu Bakar Dikhawatirkan Picu Kebakaran

Namun, Nasir mengaku khawatir, karena kayu bakar berisiko menimbulkan kebakaran, apalagi mayoritas rumah warga terbuat dari kayu. Nasir menyontohkan, kejadian kebakaran pada Februari 2025 lalu yang diduga dipicu penggunaan kayu bakar saat pasokan gas langka.

“Waktu itu kami terpaksa pakai kayu bakar untuk memasak, karena saat itu (Februari lalu, red) stok LPG juga langka dan banyak diborong,” katanya.

Kondisi kelangkaan gas LPG dikhawatirkan kembali terulang. Oleh sebab itu, ia berharap, pemerintah dapat memberikan pasokan gas subsidi secara prioritas di Kampung Malahing. Harapannya, gas bersubsidi bisa dikelola langsung oleh pemerintah, agar harga bisa ditekan dan warga tidak perlu lagi menggunakan kayu bakar.

“Karena di sini kami tidak bisa jadi pangkalan gas, modal cukup besar. Pengecer pun ngikut harga di darat. Kami berharap ada prioritas buat warga kami,” harapnya. (*)

Penulis: Dwi Kurniawan Nugroho
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }