Waspada Penyebaran Wabah Cacar Monyet di Kaltim

Fajri
By
100 Views

Wabah Monkey pox atau cacar monyet tengah menghantui masyarakat Kaltim. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kaltim tengah melakukan berbagai upaya antisipasi.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Sektor kesehatan kini kembali diguncang oleh wabah Monkey pox, atau populer juga disebut dengan cacar air. Kemenkes mengungkapkan kasus monkeypox di Indonesia sebanyak 88 kasus selama 2022- 2024. Diantaranya 74 kasus hingga 2023 dan 14 kasus di 2024.

Dari total kasus tersebut, tidak ada satupun kasus berasal dari Kalimantan Timur. Kendati demikian, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kaltim Setyo Budi Basuki menyebut pihaknya tetap melakukan berbagai upaya antisipasi.

“Selama ini penyakit itu impor dari luar, jadi sebagai langkah antisipasi kami waspadai pintu masuk. Karena jadi sasaran utama,” terangnya saat diwawancarai awak media Akurasi.id di Kantor Dinkes Kaltim, Jalan Abdoel Wahab Sjahrani, pada Rabu (28/8/2024) lalu.

Sehingga, saat ini pihak kantor karantina yang berada di Balikpapan dan Samarinda melakukan pemantauan. Apabila terdapat pendatang dengan suhu badannya tinggi, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Benua Etam pun siaga untuk mendeteksi penyakit tersebut sedini mungkin. Ia meminta apabila ada masyarakat yang merasa terkena cacar monyet atau menemui ciri yang serupa pada orang lain, segera melapor ke faskes terdekat.

“Semoga tidak ada kasus masuk. Walaupun akhir ini cuaca seperti ini, banyak yang terkena batuk dan pilek,” imbuh dia.

Meski begitu, kondisi saat ini tidak bisa disamakan dengan situasi saat pandemi COVID-19 baru masuk ke Indonesia. Pasalnya, saat itu belum ditemukan pengobatan untuk wabah tersebut. Namun, untuk monkey pox sendiri sudah ada pengalaman dari sebelumnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik. Namun tetap menjaga kesehatan serta pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Mulai saat ini diatur pola konsumsi memadai, istirahat cukup dan olahraga. Kalau sakit datang ke faskes terdekat agar tenaga ahli yang menentukan,” pungkas Basuki. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }