Andi Harun Merasa Butuh Dana Triliunan Atasi Banjir, Ingatkan Kukar Selesaikan Banjir di Muara Badak

kaltim_akurasi
94 Views
Andi Harun Merasa Butuh Dana Triliunan Atasi Banjir, Ingatkan Kukar Selesaikan Banjir di Muara Badak
Wali Kota Samarinda Andi Harun saat melakukan tinjauan banjir dan menyerahkan bantuan ke Perumahan Bengkuring, Kecamatan Samarinda Utara. (Istimewa)

Andi Harun Merasa Butuh Dana Triliunan Atasi Banjir, Ingatkan Kukar Selesaikan Banjir di Muara Badak. Menurut Wali Kota Samarinda, banjir Samarinda juga butuh perhatian serius Pemprov Kaltim. Apalagi banjir Samarinda merupakan kiriman dari Kukar.

Akurasi.id, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun kini sedang diperhadapkan dengan persoalan banjir menahun di daerahnya. Terutama di 4 titik sentral, yakni Kecamatan Palaran, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, dan Kecamatan Samarinda Utara.

Dalam sehari, orang nomor satu di Samarinda itu melakukan peninjauan di dua titik banjir di Kota Tepian, diantaranya di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran dan Perumahan Bengkuring, Kecamatan Samarinda Utara, Minggu (5/9/2021).

Setelah lakukan peninjauan, ia mengungkapkan, untuk Kecamatan Palaran diperlukan optimaliasi fungsi sungai alam yang kini terjadi penyempitan, lantaran dihimpit bangunan ruko hingga rumah-rumah warga.

Sedangkan di Perumahan Bengkuring, Kecamatan Samarinda Utara, dikatakannya, tidak optimalnya fungsi saluran air di sekitar Perumahan Bengkuring, membuat debit air lebih lama tertahan di perumahan warga. Kemudian, banjir tersebut juga dikarenakan arus pasang sungai ditambah guyuran hujan yang kembali terjadi, pada Minggu siang.

“Jadi sektor hulu juga harus kita antisipasi. Jangka menengah dan panjangnya, kami akan identifikasi lahan untuk pembangunan polder di daerah hulu, di kawasan Pampang. Setidaknya, air yang turun ke Bengkuring dan Lempake berkurang. Sore ini juga saya akan instruksikan ke DPUPR untuk mengidentifikasi lahan guna pembangunan polder di sektor hulu,” jelasnya.

Andi Harun: Butuh Dana Triliunan Atasi Banjir Samarinda

Dalam hal ini, pria yang kerap disapa AH ini kembali menyampaikan, bahwa pengendalian banjir memang tidak dapat dilakukan secara singkat. Namun demikian, ia menekankan akan terus  melaksanakan program-program banjir yang disusunnya selama masa jabatan, demi pengendalian banjir yang selalu menghantui warga Samarinda, terutama yang menjadi program prioritas. Menurutnya, kemampuan anggaran pun menjadi salah satu pertimbangan bertahapnya rencana penanganan banjir yang dilaksanakan pemerintah.

“Kalau kita perhatikan, luasan dan cakupan banjir di Samarinda memang butuh anggaran triliunan. Tetapi, hal itu tidak dapat menjadi kendala. Dengan kemampuan fiskal karena Covid-19, sehingga kami fokus ke penanganan prioritas yang banyak berdampak kepada daerah-daerah yang menjadi langganan banjir. Kami akan buat penanganan di kawasan hulu. Kemudian pengerukan sungai. Insyaallah, aliran polder dapat kami alihkan ke sungai dan terjadi pengurangan banjir,” paparnya.

Diakuinya, pembuatan polder tidak dapat dilakukan dalam sekejap mata. Perlu minimal waktu 1 tahun yang diperkirakan pada akhir 2022 atau awal 2023 mendatang untuk proyek tersebut. Sehingga, ia pun kembali meminta masyarakat untuk bersabar.

[irp]

Limpahan Air dari Muara Badak Kukar Disebut Ikut Perparah Banjir Samarinda

Selain dikarenakan guyuran hujan dan tidak optimalnya fungsi drainase, Andi Harun mengatakan, banjir yang membuat ratusan rumah warga terendam di kawasan Perumahan Bengkuring, Kelurahan Lempake, dan Desa Budaya Pampang lantaran adanya limpahan air dari Badak Mekar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Air dari kawasan tersebut turun dan menerjang Desa Budaya Pampang, lalu secara perlahan juga turun ke Perumahan Bengkuring serta Kelurahan Lempake. Sehingga menyebabkan banjir di kawasan tersebut.

Untuk itu, dalam kesempatan tersebut ia ingin mengetuk hati Pemerintah Kabupaten Kukar untuk serius melakukan penanganan banjir di kawasannya. “Jadi, selain kami hadang dari atas, ada pengendalian juga dari Pemerintah Kabupaten Kukar,” ujarnya.

[irp]

Di sisi lain, ia menyarankan kepada Pemprov Kaltim, untuk serius menggandeng kedua kabupaten/kota tersebut melakukan penanganan banjir secara bersama-sama, yakni Samarinda dan Kukar. Lantaran banjir telah lintas kabupaten/kota.

“Jadi Samarinda ini menerima limpahan air dari sana. Bukannya kami ingin menyalahkan, karena ini masalah bersama, jadi diperlukan kolaborasi bersama,” ujarnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }