
Bocah tenggelam di Sungai Lok Bahu ditemukan tewas tersangkut di jembatan kayu. Dengan berhasil ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian korban akan dikembalikan ke satuannya masing-masing untuk kembali bersiap siaga.
Akurasi.id, Samarinda – Usai dilakukan pencarian sejak Kamis Sore (2/9), akhirnya bocah berinisial FS (13) berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal dunia tersangkut di tiang jembatan kayu, Jumat siang (3/9/2021), pukul 15.00 Wita.
FS ditemukan warga yang menyisir area jembatan dengan melakukan penyelaman manual. Saat meraba-raba tiang jembatan salah seorang warga tak sengaja merangkul tubuh FS yang saat itu hanya mengenakan celana.
“Sudah ditemukan kondisi meninggal dunia, di bawah jembatan kayu, sekitar 150 meter dari lokasi korban terjatuh,” kata Koordinator Siaga SAR Samarinda, Riqi Effendi saat dihubungi, Jumat (3/9/2021).
Usai ditemukan kemudian, jasad FS langsung di bawah warga ke rumah duka, yang berada di Jalan Revolusi Gang Hidaya, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
Baca Juga
“Tidak dibawa ke rumah sakit, karena permintaan keluarga ingin langsung dikebumikan,” ucapnya.
Dengan berhasil ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian korban akan dikembalikan ke satuannya masing-masing untuk kembali bersiap siaga.
[irp]
Baca Juga
Dikabarkan sebelumnya, bocah tenggelam di sungai. FS warga Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, yang saat itu sedang mengunjungi rumah neneknya di Jalan Revolusi, Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, terpeleset lalu tenggelam di anak sungai yang tak jauh dari kediaman neneknya saat tengah bermain bersama ketiga rekan sebayanya.
Saat terjatuh rekan korban, bernama Rojak (11) sempat menarik tangan Faisal dari dalam air sungai, namun akibat aliran air sungai yang begitu deras, dan Faisal panik lantaran tak dapat berenang, membuat genggaman tangannya terlepas.
“Saat terjatuh spontan teman korban di lokasi menariknya dalam air, karena panik dan aliran air cukup deras, akhirnya terlepas, hingga akhirnya korban terbawa arus,” ucap Koordinator Siaga Basarnas Samarinda Riqi Efendi saat ditemui di lokasi pada Kamis (2/9/2021).
Usai terlepas dan tenggelam, Faisal dikabarkan sempat muncul kembali ke permukaan sungai sekitar 50 meter dari lokasi ia terjatuh, namun warga Jalan Revolusi Gang Hidaya itu kehabisan tenaga dan kembali tenggelam di aliran arus yang cukup deras.
[irp]
“Ia sempat muncul, tapi kembali tenggelam, karena saat kejadian di sana hanya ada rekan-rekannya, tidak dapat menolongnya walaupun sempat ikut terjun ke sungai menolong korban,” pungkasnya. (*)
Baca Juga
Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid