14 Tahun Lawan Love Scam, RSC-WSC Kembali Berkumpul dan Hidupkan Semangat Lama

Tawa, haru, dan cerita lama kembali menghangat dalam temu kangen keluarga besar RSC-WSC pada 23 Mei 2026. Bukan sekadar reuni, pertemuan ini menjadi momen menghidupkan kembali semangat gerakan edukasi anti-love scam yang selama lebih dari satu dekade aktif mendampingi dan melindungi masyarakat dari penipuan berkedok cinta di dunia digital.
Fajri
By
1.6k Views

Kaltim.akurasi.id, Jakarta – Suasana hangat dan penuh nostalgia mewarnai kegiatan temu kangen keluarga besar RSC-WSC yang digelar pada 23 Mei 2026. Pertemuan ini menjadi ruang untuk kembali mempererat silaturahmi, mengenang perjalanan bersama, sekaligus menghidupkan kembali semangat edukasi melawan kejahatan digital berkedok cinta atau love scam.

Kegiatan tersebut dihadiri anggota dan relawan dari berbagai daerah yang selama ini tergabung dalam gerakan Waspada Scammer Cinta (WSC) dan Relawan Siaga Cerdas – Waspada Scammer Cinta (RSC-WSC). Setelah lama disibukkan dengan aktivitas masing-masing, momen ini menjadi ajang saling berbagi kabar, melepas rindu, hingga mengenang cerita lama yang pernah tumbuh bersama di dalam komunitas.

Tawa, candaan lama, hingga obrolan penuh haru mewarnai suasana pertemuan. Bagi banyak anggota, kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi pengingat bahwa hubungan kekeluargaan di dalam RSC-WSC tetap terjaga meski waktu terus berjalan.

“Temu kangen ini bukan hanya tentang bertemu kembali, tetapi juga menjadi pengingat bahwa rasa kekeluargaan dan kepedulian di komunitas ini masih terus hidup,” demikian disampaikan dalam keterangan kegiatan.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga kembali mengingatkan anggota terhadap semangat awal berdirinya gerakan edukasi anti-love scam. Komunitas ini selama bertahun-tahun aktif memberikan edukasi, pendampingan korban, hingga meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan daring yang memanfaatkan hubungan asmara di media sosial.

Salah satu sosok yang dikenal sebagai penggerak awal edukasi anti-love scam adalah Bunda Feydown, warga negara Indonesia yang tinggal di Australia. Sejak sekitar 2012, ia aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya akun palsu, rayuan asmara daring, pemerasan, hingga berbagai bentuk kejahatan digital yang menyasar korban melalui media sosial.

Selama kurang lebih 14 tahun, Bunda Fey dikenal konsisten melakukan pendampingan dan edukasi agar masyarakat lebih waspada terhadap praktik penipuan daring.

Selain itu, Diah Agung Esfandari atau Bu Diah, yang juga merupakan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Telkom, turut menjadi sosok penting dalam pengembangan komunitas RSC-WSC di Indonesia.

Dalam perjalanannya, Bu Diah berperan memperkuat literasi digital, edukasi publik, hingga pendampingan korban penipuan daring. Kehadiran keduanya dinilai saling melengkapi dalam menjaga keberlangsungan gerakan sosial tersebut.

Melalui kegiatan temu kangen ini, RSC-WSC berharap silaturahmi antaranggota tetap terjaga serta semangat edukasi kepada masyarakat terus tumbuh dan memberikan manfaat lebih luas.

“Karena sejauh apa pun langkah berjalan, selalu ada rasa nyaman saat kembali dipertemukan dengan keluarga yang pernah tumbuh bersama,” tulis panitia dalam penutup kegiatan. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana