Senin , Juli 22 2024
Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing sedang memaparkan penangkapan MA tersangka pengedar sabu asal Guntung. (Dwi kurniawan Nugroho / akurasi.id)
Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing sedang memaparkan penangkapan MA tersangka pengedar sabu asal Guntung. (Dwi kurniawan Nugroho / akurasi.id)

Pengedar Sabu Asal Guntung Dibekuk Polres Bontang

Loading

MA, pengedar sabu asal Guntung ditangkap polisi di Jalan NPK pelangi, Loktuan, Bontang, Senin (20/05/24).

Kaltim.Akurasi.id, Bontang – MA (26) pemuda asal kelurahan Guntung, harus merasakan dinginnya jeruji besi. Dia ditangkap Satresnarkoba Polres Bontang lantaran tertangkap tangan memiliki sabu 257,66 gram.

Saat konfrensi pers, Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing mengatakan pelaku ditangkap pukul 19.00 Wita saat menunggu pelanggan di Jalan NPK pelangi, Loktuan, Bontang, Senin (20/05/24).

Awalnya pihaknya mendapat informasi dari warga melaporkan lokasi tersebut sudah sering digunakan sebagai tempat transaksi narkoba. Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi melakukan pengintaian di area tersebut.

Jasa SMK3 dan ISO

Dalam pengintaian, petugas mencurigai seorang pemuda yang sedang duduk di atas motor, di wilayah yang diinformasikan warga. Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 14 bungkus kristal putih yang setelah diuji terbukti sebagai sabu.

“Kami temukan barang sabu tersebut dalam tas belanja berwarna hijau dan pelaku mengakui benar barang tersebut miliknya,” jelasnya.

Kemudian, setelah diselidiki lebih lanjut, terungkap bahwa sabu tersebut sudah dijual oleh tersangka MA dengan menggunakan sistem jejak di daerah Guntung dan Sidrap. Modus operandi ini digunakan untuk memudahkan transaksi narkoba tanpa harus bertatap muka langsung dengan pembeli.

“Jadi sudah terjual 4 kali transaksi terjadi dengan sistem jejak,” katanya.

Kasat Reskoba, AKP Rihard Nixon menambahkan, pelaku mengaku mendapat suplai barang haram tersebut dari seseorang berinisial A yang ia kenal awalnya dari Facebook.

Pelaku tidak pernah bertemu dengan pemasok tersebut ia hanya mengetahui barang tersebut di ambil di daerah Teluk Pandan, Kutai Timur dengan sistem jejak juga.

“Kami masih dalami lagi si A tersebut”, ungkapnya.

Saat ditanya mengenai keuntungan yang didapat MA dari keterlibatannya dalam bisnis haram tersebut, Kasat Resnarkoba menjawab tersangka tidak menerima gaji atau persentase keuntungan.

Baca Juga  Sikat Judi Online di Jajaran Internal, Kapolresta Samarinda Razia Ponsel Anggota

“Tersangka juga mengaku tidak dapat gaji namun hanya mendapatkan keuntungan memakai barang yang dia edarkan,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, MA dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman dapat dipidana dengan hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda minimal Rp800 juta. (*)

Penulis : Dwi Kurniawan Nugroho
Editor: Redaksi Akurasi.id

Print Friendly, PDF & Email

cek juga!

Penyerahan rekomendasi dukungan PAN kepada Najirah-Aswar untuk Pilkada Bontang 2024, yang diserahkan Waketum DPP PAN Yandri Susanto. (istimewa)

Pilkada Bontang 2024, PAN Rekomendasikan Najirah dan Aswar

Najirah-Aswar Menunggu Dukungan Partai Demokrat Kaltim.akurasi.id, Bontang – Kabar Najirah dari PDI-P dan Muhammad Aswar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page