Pj Gubernur Kaltim ingatkan OPD agar segera mempercepat penyerapan anggaran sesuai target. Sebab, hingga September 2023, masih ada 23 OPD yang penyerapannya di bawah 50 persen.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik memimpin rapat pimpinan (rapim) perdananya di Odah Etam Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Senin (9/10/2023). Salah satu agenda utama rapat ini adalah evaluasi terhadap realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim hingga tanggal 30 September 2023.
Dalam evaluasi tersebut, beberapa indikator penting menjadi fokus. Termasuk capaian kinerja, masalah anggaran, perencanaan, belanja, serta aspek-aspek lain yang relevan. Seperti dana karbon, kondisi kebakaran hutan dan lahan, serta persiapan pemilihan umum.
Namun, hasil dari rapat ini menunjukkan bahwa hanya dua organisasi perangkat daerah (OPD) yang berhasil mencapai anggaran di atas 80 persen. Sedangkan 18 OPD lainnya berada di bawah 80 persen, dan 23 OPD sisanya juga masih di bawah 50 persen.
Akmal Malik pun memberikan peringatan kepada seluruh OPD agar bekerja lebih maksimal lagi dalam mencapai target anggaran.
Baca Juga
“Rata-rata pencapaian baru 64 persen, bagi saya masih jauh di bawah. Saya sampaikan ke OPD, yang kita punya hak rakyat, APBD kan hak rakyat,” tuturnya saat diwawancarai usai rapim, Senin (9/10/2023).
Pj Gubernur Kaltim Berencana Gelar Pelatihan untuk Percepatan Penyerapan Anggaran
Ia pun menekankan, pentingnya mencapai anggaran dengan baik karena APBD adalah hak masyarakat. Dia mengingatkan, bahwa dana tersebut harus segera disalurkan kepada masyarakat. Untuk meningkatkan belanja dan pertumbuhan ekonomi di Tanah Benua Etam, sebutan lain Kaltim.
Untuk mengatasi ini, ia pun berencana akan membuat sebuah pelatihan yang dibina langsung oleh Kemendagri, terutama untuk 23 OPD yang masih berada di zona merah.
Baca Juga
Dengan pelatihan tersebut, ia berharap, dapat melewati realisasi anggaran tahun lalu yang menyentuh angka 77 persen. Menurutnya, anggaran yang terealisasi pada Oktober harusnya sudah mencapai 80 persen.
“Semoga bisa tercapai 80 persen bahkan lebih. Apalagi sekarang pj baru, target baru,” pungkasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari