Dinkes Kaltim Fokus Pencegahan Risiko dalam Program MBG

Devi Nila Sari
809 Views

Dinkes Kaltim memastikan memberikan atensi terhadap pencegahan risiko dalam Program MBG.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur memastikan pengawalan ketat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dilakukan dengan membangun sistem pengolahan makanan yang aman dan sesuai standar, untuk mencegah risiko keracunan seperti yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Di mana 251 siswa dari tingkat SD hingga SMA di dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap sajian dari program MBG, Kamis (18/9/2025).

Bahkan data terbaru dari RSUD Trikora Salakan menyebut hingga pukul 07.00 WITA menunjukkan 78 siswa masih menjalani perawatan intensif. Meski Dinkes Provinsi tidak langsung menangani operasional program, pengawasan tetap dilakukan sejak tahap persiapan.

Nutrisionis Ahli Madya Dinkes Kaltim Saraheni menyebut, dengan jumlah makanan yang besar dalam program MBG, dibutuhkan sistem pengolahan yang baik sejak awal untuk mencegah insiden serupa.

“Sistem pengolahan telah dibangun sesuai SOP (standar operasional prosedur), termasuk serah terima makanan, juknis, dan pedoman pelaksanaan,” tuturnya di Samarinda.

Adapun SOP ini mencakup perizinan dapur, penerapan standar keamanan pangan, pengadaan dan penyimpanan bahan baku yang berkualitas, proses pengolahan makanan yang ketat, distribusi yang tepat waktu, serta pemantauan dan evaluasi berkala.

Tujuannya adalah menjamin kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, serta mendukung ekonomi lokal melalui pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai pemasok.

Di sisi lain, pihaknya juga memiliki sistem pelaporan langsung ke Puskesmas bersama SPPG untuk menindaklanjuti laporan secara cepat.

Dengan tersedianya makanan berkualitas dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), pihaknya tetap mengawal supaya tujuan MBG tercapai status gizi anak meningkat, kualitas konsentrasi belajar baik, kesehatan terjaga, tingkat absensi rendah, sehingga target generasi emas 2045 dapat tercapai.

“Hal ini membutuhkan kerja sama lintas sektor agar sistem berjalan otomatis dan kualitas program tetap terjaga,” pungkasnya. (Adv/diskominfokaltim/yed)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }