Minggu , Juni 23 2024
Kelebihan Emisi Karbon, Kaltim Siap Lakukan Lelang
Gubernur Kaltim Isran Noor bakal menjual kelebihan emisi karbon. (Dok Pemprov Kaltim)

Kelebihan Emisi Karbon, Kaltim Siap Lakukan Lelang

Loading

Provinsi Kaltim bakal melakukan verifikasi atau perhitungan ulang atas kelebihan emisi karbon yang Kaltim miliki. Guna melakukan penjualan atau lelang.

Kaltim.akurasi.id, SamarindaProvinsi Kaltim siap jual atau melakukan lelang atas kelebihan gas buang (emisi karbon) yang dimiliki. Berkenaan dengan itu, Pemprov Kaltim bersama lembanga terkait siap melakukan verifikasi atau perhitungan ulang.

Hal itu ditegaskan oleh Gubernur Kaltim Isran Noor, belum lama ini di Samarinda. Ia mengatakan, bahwa Wold Bank siap memfasilitasi kelebihan emisi karbon yang Kaltim miliki.

“Kami menyambut baik baik atas komitmen Bank Dunia ini untuk menjual emisi karbon Kaltim pasca-realisasi kompensasi hingga 2025,” kata dia.

Jasa SMK3 dan ISO

Potensi emisi karbon yang dimiliki Kaltim, lanjutnya, hingga perhitungan akhir oleh tim World Bank melalui tim Program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF –CF) sebesar 30 juta ton emisi karbon.

Sementara, pihak negara-negara donor hanya mampu memberi insentif sekitar 22 juta ton emisi karbon senilai 110 juta USD.

“Berarti kita masih memiliki kelebihan atau sisa 8 juta ton. Dan ini akan kita lelang secara mandiri, tapi World Bank tetap menawarkan memfasilitasinya,” jelasnya.

Isran Ingin Jual Emisi Karbon Kaltim secara Mandiri

Orang nomor satu Benua Etam ini sangat meyakini kelebihan emisi karbon Kaltim masih bisa dibeli oleh pihak swasta dari negara luar dengan harga yang lebih baik.

“Kan sama Bank Dunia, gas buang kita dihargai 5 USD. Tapi kalau kita lelang mandiri bisa saja lebih dari itu harganya per ton,” ungkapnya.

Namun demikian, ujarnya, Kaltim tetap menaati mekanisme lelang atau pun tata aturan global terkait perdagangan gas emisi karbon.

“Ada perusahaan yang berminat, tapi kita belum berkomunikasi intensif dengan mereka. Tapi kita perlu verifikasi ulang untuk lelang nanti,” beber Ketua APPSI ini.

Baca Juga  Peringati Hari Lingkungan Hidup, BPJS Ketenagakerjaan Bontang Tanam 400 Bibit Mangrove

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim Sri Wahyuni. Bahwa perdagangan karbon dunia ada mekanisme yang harus diikuti dan Kaltim bisa masuk ke dalam sistem tersebut.

“Dana insentif dari program FCPF oleh Bank Dunia, bisa kita manfaatkan sebagai investasi,” ujarnya.

Kenapa disebut investasi? “Karena keberlanjutan program untuk kegiatan emisi karbon, sehingga diperlukan pembiayaan. Tidak hanya verifikasi dan lelang, tetapi kegiatan-kegiatan lainnya dalam program FCPF itu sendiri,” tandas Sekda yang juga Ketua Komite Teknis Tim FCPF Kaltim.

Untuk awal, dari 110 juta USD dibayarkan oleh Bank Dunia sebesar 20,9 USD pada 2023 dan secara bertahap hingga selesai pada 2025. (adv/diskominfokaltim/yans/sul/ky)

Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

Print Friendly, PDF & Email

cek juga!

Meski Tak Lagi Menjabat, Isran Noor Tetap Komitmen Lindungi Tenaga Honorer

Meski Tak Lagi Menjabat, Isran Noor Tetap Komitmen Lindungi Tenaga Honorer

Komitmen Isran Noor untuk mempertahankan tenaga honorer bukan isapan jempol belaka. Meski tidak lagi menjabat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page