Kaltim Ikuti Verifikasi Penghargaan Pembangunan Daerah

Devi Nila Sari

Kaltim ikuti verifikasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD). Guna memperoleh penghargaan Pembangunan Daerah.

Kaltim.akurasi.id, SamarindaPemprov Kaltim menjalani proses penilaian atau verifkasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD). Dalam kesempatan itu, penilaian akan dilakukan oleh Tim Peniliti Utama dan Tim Peneliti Independen, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (31/3/2023).

Tim Penilai Utama yang hadir terdiri yakni Drs Sumedi Andono Mulyo yang juga Direktur Perencana Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional Kementerian PPN/Bappenas Ir Ahmad Dading Gunadi.

Kemudian, Direktur Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Operasi Kementerian PPN/Bappenas Prof Tommy Firman. Firman juga merupakan Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) di Fakultas Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan sebagai Tim Penilai Independen.

Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni yang menyambut kedatangan tim penilai tersebut menyampaikan, verifikasi ini adalah tahap ketiga dalam rangka penilaian PPD. Menurutnya,  ini juga sebuah momentum yang baik dimana Kaltim akan menjadi mitra utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Hari ini, Tim Penilai Utama dan Tim Peneliti Independen akan melakukan verifikasi dan menggali informasi lebih lanjut kepada para pemangku kepentingan di Kaltim. Termasuk, melakukan tinjauan ke beberapa lokasi,” kata Sri Wahyuni.

PPD Jadi Kado Bagi Masyarakat Kaltim

Jika nantinya Kaltim berhasil meraih PPD. Maka,  ini akan menjadi kado bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur. Mengingat, Kaltim terakhir menerima Penghargaan Pembangunan Daerah ini pada tahun 2015.

Sementara Tim Penilai Utama Ahmad Dading Gunadi menegaskan, ini kesempatan dan momentum yang baik bagi Kaltim. Untuk memperbaiki tata kelola dan menuju kinerja pembangunan yang lebih baik.

“Salah satu kunci dari kemajuan adalah inovasi. Jadi daerah yang inovatif,  tu akan lebih cepat berkembang,  cepat maju dan cepat sejahtera,” kata dia.

Dading juga mengungkapkan Bappenas kali ini sedang  mengklarifikasi bukan menilai. Yakni mengklarifikasi apa yang sudah Kaltim lakukan. Ada tiga hal yang menjadi klarifikasi mengenai kinerja pembangunan Kalitm.

Yakni, pembangunan yang on the track, keterlibatan masyarakat termasuk LSM dan lainnya. Serta, pendekatan politik dari DPRD Kaltim dalam proses perumusan kebijakan.

“Tiga penilaian itu, pertama terhadap dokumen perencanaan. Penganggaran secara akurat, bobotnya 30 persen, termasuk dokumen inovasinya.  Kemudian, tahap kedua itu sudah dilakukan di Jakarta presentasi dan wawancara itu Sekda Kaltim  bersama tim.  Dan hari ini , proses verifikasi itu bobotnya 45% ,”jelas Ahmad Dading Gunadi.

Dalam penilain tahap ketiga verifikasi PPD, tim penilai melakukan konfirmasi dan tanya jawab kepada seluruh peserta dan undangan yang juga dihadiri para asisten, staf ahli gubernur, kepala dinas dan badan, ketua DPRD Kaltim, Forkompimda Kaltim. (adv/diskominfokaltim/mar/ sul/ky)

Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana