Kasus DBD di Kaltim Tembus 1.300, Balikpapan Paling Tinggi

Fajri
By
79 Views

Balikpapan catat 439 kasus DBD, tertinggi di Kaltim. Total kasus capai 1.375, tiga warga dilaporkan meninggal dunia.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur mencatat sebanyak 1.375 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di wilayah Kaltim sepanjang tahun ini. Dari jumlah tersebut, Balikpapan menjadi daerah dengan kasus tertinggi, yakni sebanyak 439 kasus.

Menyusul di posisi kedua yaitu Kutai Kartanegara (Kukar) dengan 401 kasus, kemudian Kutai Timur di peringkat ketiga dengan 237 kasus. Sementara wilayah lainnya juga mencatatkan jumlah kasus, seperti:

  • Penajam Paser Utara: 81 kasus
  • Kutai Barat: 63 kasus
  • Bontang: 49 kasus
  • Samarinda: 43 kasus
  • Berau: 29 kasus
  • Paser: 28 kasus
  • Mahakam Ulu: 5 kasus

Menanggapi tingginya kasus ini, Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan pencegahan. Salah satunya melalui langkah 3M Plus (menguras, menutup, dan mendaur ulang), disertai fogging, penyuluhan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Dan yang tidak kalah penting adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya dalam pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti, vektor utama pembawa virus dengue,” ujarnya di Samarinda, Jumat (18/4/2025).

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan adanya tiga kasus kematian akibat DBD: masing-masing satu kasus di Kutai Barat, Balikpapan, dan Berau. Untuk mencegah kasus fatal serupa, ia menekankan pentingnya deteksi dini oleh Dinkes kabupaten/kota.

Masyarakat yang mengalami gejala DBD juga diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Adapun gejala awal penyakit ini di antaranya adalah demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, serta muncul bintik merah di kulit. Pada kasus yang lebih parah, dapat terjadi nyeri perut hebat.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting agar penyebaran kasus ini tidak semakin meluas,” tegas Jaya Mualimin. (adv/diskominfokaltim)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }