Guru Penggerak berperan penting dalam penerapan Kurikulum Merdeka di setiap sekolah. Melalui kurikulum ini dapat membuat siswa dapat mengejar minat dan bakat mereka dengan lebih bebas.
Kaltim.akurasi.id, Penajam – Guru penggerak sebagai ujung tombak dalam melaksanakan kegiatan pendidikan di tingkat sekolah. Sebab memiliki tanggung jawab yang besar dalam menginspirasi, membimbing, dan membantu rekan-rekan guru lainnya untuk mencapai standar pendidikan yang lebih tinggi.
Melihat hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Singkerru berharap, adanya guru penggerak di PPU dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
“Saya bersyukur atas adanya program guru-penggerak yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi,” ujarnya saat ditemui media ini, belum lama ini.
Saat ini, lanjut Andi Singkerru, jumlah guru penggerak di PPU kurang lebih 100 orang. Menurutnya, guru penggerak ini telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan pendidikan di daerah.
Baca Juga
“Mereka membantu dalam berbagai hal, mulai dari pengembangan kurikulum hingga penyebaran informasi yang penting. Selain itu, mereka juga memainkan peran penting dalam penerapan Kurikulum Merdeka,” katanya.
Lebih lanjut, Andi Singkerru menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas yang lebih besar dalam pembelajaran. Sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya sendiri. Hal ini penting mengingat bahwa tidak semua anak memiliki kemampuan yang sama dalam hal akademik. Tetapi setiap anak memiliki potensi yang unik yang harus dihargai dan dikembangkan.
Kata dia, Kurikulum Merdeka memungkinkan anak-anak untuk mengejar minat dan bakat mereka dengan lebih bebas. Anak yang tertarik pada seni dapat mengembangkan kreativitas mereka, sementara yang menyukai olahraga dapat mengeksplorasi potensi mereka dalam bidang tersebut.
Baca Juga
“Hal ini akan membawa dampak positif dalam meningkatkan motivasi belajar dan prestasi akademik,” paparnya.
Dia mengungkapkan masih ada beberapa sekolah yang menggunakan kurikulum sebelumnya. Namun, ia berharap bahwa pada tahun ajaran baru mendatang, seluruh sekolah di Kabupaten PPU dapat menggunakan Kurikulum Merdeka, terutama mulai Juli mendatang.
“Sebab, Kurikulum Merdeka memiliki pendekatan yang lebih holistik dalam pengembangan potensi anak-anak. Tidak lagi hanya fokus pada aspek kognitif dan afektif, melainkan juga memperhatikan aspek motorik dan bakat-bakat kreatif mereka,” tutupnya. (adv/diskominfoppu/zul/uci)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Suci Surya Dewi