Pj Bupati PPU Buka Festival Belian Adat Paser Nondoi

Devi Nila Sari
108 Views

Kehadiran festival budaya seperti Festival Belian Adat Paser Nondoi diharapkan menjadi pemicu agar generasi mudah mencintai budaya daerah.

Kaltim.akurasi.id, PPUPenjabat (Pj) Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin resmi membuka Festival Belian Adat Paser Nondoi, di Rumah Adat Rakan Tatau, Senin (28/10/2024).

Dalam sambutannya, ia menekankan, pentingnya menjaga dan mengembangkan adat istiadat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Menurutnya, adat adalah bagian dari kehidupan manusia yang membentuk karakter dan jati diri masyarakat.

Di mana setiap suku memiliki adat dan kebiasaan yang unik. Namun semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan masyarakat yang beretika, santun, dan penuh kasih sayang.

“Setiap suku memiliki adat istiadat yang berbeda, namun tujuannya sama, yaitu membentuk masyarakat yang memiliki budi pekerti luhur, bersopan santun, dan saling menghargai satu sama lain,” tuturnya.

Menurut Zainal Arifin, festival budaya merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan komitmen untuk menjaga warisan budaya agar tidak tergerus oleh waktu.

“Untuk itu, seluruh masyarakat PPU harus terus mendukung kegiatan budaya seperti ini. Agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan menjadi panduan dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Zainal Arifin.

Festival Belian Adat Paser Nondoi Usung Tema “Mangku Awat, Mangku Tengkuat, Mangku Pekingat”

Tahun ini, lanjutnya, Festival Belian Adat Paser Nondoi mengusung tema “Mangku Awat, Mangku Tengkuat, Mangku Pekingat,” yang memiliki makna mendalam tentang kebersamaan, saling menguatkan, dan saling mengingatkan.

Tema tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus bekerja sama dalam menjaga budaya dan adat lokal. Menurutnya, pelestarian adat dan tradisi tidak hanya sekedar melestarikan masa lalu, tetapi juga menghargai dan memperkuat identitas lokal di tengah globalisasi.

“Dengan melestarikan adat istiadat, kita tidak hanya menjaga warisan leluhur. Tetapi juga menghargai identitas lokal yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ungkapnya.

Festival Budaya Upaya Pemkab PPU Perkuat Nilai-Nilai Lokal

Dia menjelaskan, festival ini merupakan upaya penting dalam memperkuat nilai-nilai lokal yang menjadi kekuatan masyarakat di era modern yang penuh dengan pengaruh dari luar.

Festival Belian Adat Paser Nondoi ini juga diisi dengan berbagai kegiatan budaya dan ritual adat yang unik. Termasuk prosesi Belian yang menjadi simbol pemersatu masyarakat adat Paser. Ritual tersebut mengandung nilai spiritual yang mendalam dan dipercaya memiliki kekuatan untuk menjaga keharmonisan alam dan masyarakat.

Dengan adanya Festival Belian Adat Paser Nondoi ini, Zainal Arifin berharap, generasi muda lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya.

“Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” pubgkasnya.

Festival Belian Adat Paser Nondoi Akan Digelar 6 Hari

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Andi Israwati Latief menambahkan, pelaksaan kegiatan Nondoi akan berlangsung selama 6 hari mulai di tanggal 28 Oktober – 2 November 2024

Tujuannya untuk menggalang pelestarian budaya dan partisipasi masyarakat dalam rangka pemajuan seni budaya yg ada di Kabupaten PPU,

Pada Festival Nondoi tahun ini “ sebagai pekan kebudayaan daerah dirangkai dengan pelaksanaan festival Tanjong Penajo sebagai festival tari kreasi tradisional tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang untuk pertama kalinya diadakan oleh Kabupaten PPU.

“Semoga apa yang kita lakukan bersama menjadi semangat seperti yang tertuang dalam motto pembangunan kebudayaan Kabupaten Penajam Paser Utara yakni “PPU Umo Budaya Taka” yang berarti PPU adalah ladang budaya kita,” tutupnya. (Adv/diskominfoppu/zul)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }