Rakor Pengelola Kepegawaian: Dukung Program Strategis Kota Bontang

Fajri
By
87 Views

Kebijakan dan implementasi manajemen kinerja serta pengembangan kompetensi bidang pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif menjadi krusial untuk mencapai hasil yang optimal.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Pariwisata, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Ekonomi Kreatif merupakan sektor-sektor vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Kota Bontang memiliki potensi besar dalam mengembangkan sektor-sektor tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan dalam meningkatkan kinerja dan kompetensi sumber daya manusia yang terlibat didalamnya.

Sejalan dengan hal tersebut, kebijakan dan implementasi manajemen kinerja serta pengembangan kompetensi bidang pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif menjadi krusial untuk mencapai hasil yang optimal. Mengingat hal itu sangat penting, Rapat Koordinasi Kepegawaian (Rakor Kepegawaian) menjadi wadah strategis untuk membahas dan menyusun langkah-langkah konkrit guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam manajemen kinerja serta pengembangan kompetensi para pelaku usaha.

Pentingnya melakukan benchmarking terkait implementasi manajemen kinerja dan pengembangan kompetensi menjadi dasar pemikiran, mengingat adanya berbagai inovasi dan best practices yang dapat diadopsi dari daerah-daerah atau negara-negara yang telah berhasil dalam mengelola sektor-sektor serupa. Melalui proses ini, diharapkan Kota Bontang dapat memperoleh wawasan baru, meningkatkan daya saing, serta mengidentifikasi peluang-peluang pengembangan yang dapat diterapkan secara lokal.

Dengan demikian, Rakor Kepegawaian dan kegiatan benchmarking yang dilaksanakan di Kota Mataram pada tanggal 26 dan 27 Februari 2024 ini diharapkan menjadi platform interaktif yang memberikan arah dan strategi konkret dalam meningkatkan kinerja serta mengembangkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif di Kota Bontang. Implementasi rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan daya saing Kota Bontang dalam skala nasional maupun internasional.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang Sudi Priyanto, ada banyak ilmu dan wawasan  yang diperoleh peserta rakor pada kegiatan ini. Diantaranya Strategi Pemasaran dan Pembangunan Pariwisata Kota Mataram yang  meliputi pemasaran destinasi wisata dan pembangunan destinasi pariwisata.

Sudi memaparkan ada beberapa poin yang menjadi pembahasan salam rakor tersebut. Diaantaranya, melaksanakan promosi wisata berbasis event sebagai daya Tarik langsung yang bersifat interface (tatap muka). Event yang dilaksanakan dituangkan dalam kalender event untuk menarik wisatawan domestic dan wisatawan international.

Selanjutnya, ada juga soal melaksanakan promosi pariwisata dengan memaksimalkan platform media (social/elektronik) seperti IG, Facebook dan lainya. Promosi melalui platform media ini dilakukan dalam rangka promosi wisata yang menjangkau pasar lebih luas.

Selain itu, juga dibahas tentang pemantapan segmen pariwisata dan cerug pasar. Dalam materi tersebut berisikan, mengembangkan promosi berbasis tema tertentu, meningkatkan akselerasi penggerakan wisatawan diseluruh destinasi pariwisata, dan meningkatkan wisata konvensi, insentif dan pameran yang diselenggarakan oleh sektor lain.

“Ekonomi kreatif merupakan daya dukung dalam pengembangan Pariwisata. Yang juga dapat direplikasi adalah adanya 17 Sub sektor yang ditetapkan Permenkraf terdapat 3 sub sektor unggulan yaitu Kriya, Fashion dan Kuliner,” jelas Sudi, melalui release yang diterima Akurasi.id, Kamis (7/3/2024)

Dia juga bilang, manajemen kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam sektor publik menjadi faktor krusial dalam membentuk arah pengembangan pariwisata. ASN memegang peran penting sebagai penggerak kebijakan dan pelaksanaan program-program pemerintah yang secara langsung dapat memengaruhi tren pengembangan pariwisata di daerah tersebut.

Selanjutnya Manajemen kinerja ASN mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan strategis hingga implementasi kebijakan. Dalam konteks pengembangan pariwisata, ASN memiliki tanggung jawab untuk mengelola sumber daya dan memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan sektor pariwisata.

“Salah satu contoh signifikan adalah peran Dinas Pariwisata setempat yang dijalankan oleh ASN. Penilaian kinerja ASN dalam mengelola proyek-proyek pariwisata, mempromosikan destinasi wisata, dan menjalin kemitraan dengan pihak swasta dapat menjadi kunci kesuksesan pengembangan pariwisata,” jelasnya.

Lanjutnya, sumber daya manusia yang kompeten dan berkinerja tinggi di dalam ASN, juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas implementasi kebijakan pariwisata. Melalui peningkatan kualitas manajemen kinerja ASN, dapat diharapkan adanya perbaikan dalam pengelolaan infrastruktur pariwisata, promosi destinasi, dan pelayanan publik yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Dengan demikian, manajemen kinerja ASN memiliki peran kunci dalam membentuk keberhasilan pengembangan pariwisata. Dengan pemahaman yang kuat tentang dinamika ini, pemerintah setempat dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan kompetensi ASN dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

“Pariwisata memiliki peran sentral dalam mengubah wajah perekonomian daerah. Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata dan sumber-sumber ekonomi lokal, dapat dilihat bahwa berkembangnya sektor pariwisata berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Dia bilang, kunjungan wisatawan yang terus meningkat bukan hanya sekadar menciptakan lapangan pekerjaan di sektor pariwisata, tetapi juga memicu inovasi dan pertumbuhan dalam home industri lokal. Masyarakat dituntut untuk semakin cerdas dalam memanfaatkan kekayaan budaya dan tradisi setempat, menghasilkan produk-produk khas yang menarik minat para wisatawan.

Berdasarkan laporan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setempat, terlihat bahwa meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan telah mendorong pertumbuhan sektor home industri. Pengrajin lokal menjadi lebih inovatif dalam menciptakan produk kerajinan tangan, seni, dan kuliner yang mencerminkan keunikan daerah.

Dengan adanya pariwisata yang berkembang, sektor ekonomi telah mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. Pendapatan dari industri pariwisata, seperti akomodasi, restoran, dan transportasi, mengalir ke dalam perekonomian lokal, menciptakan siklus positif pengembangan dan investasi.

Pentingnya peran pariwisata dalam pertumbuhan ekonomi juga menciptakan pemahaman yang lebih baik di antara masyarakat lokal akan keberlanjutan. Bekerjasama dengan pemerintah setempat, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat, dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian kearifan lokal.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemajuan pariwisata disamping memberikan dampak positif ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisatawan, juga sekaligus merangsang kreativitas dan inovasi masyarakat lokal dalam mengembangkan home industri ciri khas daerah.

“Sumber-sumber informasi dari instansi pemerintah dan lembaga ekonomi daerah menjadi landasan yang kuat untuk memahami perubahan positif ini,” jelasnya. (adv/bkpsdmbontang)

Penulis: Pewarta
Editor: Redakasi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }