Dinas Kesehatan Kaltim menetapkan Samarinda, Balikpapan, dan Kukar sebagai pilot project vaksinasi DBD. Program ini digagas untuk menekan tingginya angka kasus demam berdarah di tiga wilayah tersebut.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kota Samarinda, Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ditetapkan sebagai daerah percontohan (pilot project) untuk program vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Timur (Kaltim). Penetapan ini dilakukan karena ketiga wilayah tersebut masih mencatat jumlah kasus DBD yang cukup tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, menyebut program vaksinasi ini diharapkan dapat menekan lonjakan kasus di wilayah tersebut.
“Untuk tiga wilayah ini, kasus DBD masih tergolong tinggi, sementara daerah lain sudah menunjukkan penurunan,” ujar Jaya kepada awak media di Kantor Dinkes Kaltim, Jalan Abdoel Wahab Syahranie, Samarinda Ulu, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, vaksin yang digunakan mengandung virus dengue yang telah dilemahkan. Vaksin ini akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan virus bila sewaktu-waktu terpapar. Namun, vaksinasi DBD ini bersifat pilihan, bukan wajib.
Baca Juga
“Kalau terjadi lonjakan kasus, barulah kami laksanakan ORI atau Outbreak Response Immunization, sebagai langkah cepat penanggulangan,” terangnya.
Meski demikian, secara umum jumlah kasus DBD di Kaltim pada semester kedua tahun ini mengalami penurunan. Hingga pertengahan 2025, tercatat jumlah kematian akibat DBD di bawah lima kasus.
Berdasarkan data Dinkes Kaltim, Balikpapan menjadi daerah dengan kasus tertinggi yaitu 765 kasus, diikuti Kukar sebanyak 606 kasus, dan Kutai Timur dengan 400 kasus. Selanjutnya Samarinda mencatat 348 kasus, Bontang 211 kasus, Paser 197 kasus, dan Penajam Paser Utara 150 kasus. Sementara itu, Kutai Barat 89 kasus, Berau 62 kasus, dan Mahakam Ulu hanya delapan kasus.
Baca Juga
“Padahal sebelumnya, angka kematian bisa mencapai lebih dari 15 kasus. Sayangnya, sebagian besar korban meninggal akibat DBD adalah anak-anak,” jelasnya. (Adv/diskominfokaltim/yed)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id