Senin , Juli 22 2024
Antrian Panjang Akibat Parkir Nontunai, Manalu: Terjadi Karena Hanya Gunakan Satu Metode Pembayaran
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu saat diwawancarai Akurasi.id. (Dhion/Akurasi.id)

Antrian Panjang Akibat Parkir Nontunai, Manalu: Terjadi Karena Mal Gunakan Satu Metode Pembayaran

Loading

Dishub Samarinda Mengungkapkan Antrian Panjang Akibat Parkir Nontunai Terjadi Karena Mal Masih Menggunakan Satu Metode Pembayaran.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda Penerapan pembayaran nontunai parkir otonom di berbagai mal di Kota Samarinda dianggap masih belum optimal. Pasalnya, terjadi antrian panjang di sebuah mal dikarenakan penerapan aturan tersebut.

Antrian panjang di sebuah tempat perbelanjaan itu terlihat melalui video yang beredar di media sosial. Warga banyak menuding hal ini terjadi tidak hanya dikarenakan masih ada warga yang melakukan pembayaran parkir secara tunai. Namun, metode pembayaran nontunai pun disebut sebagai salah satu alasannya.

Karena, informasi yang beredar tentang metode pembayaran parkir nontunai dianggap belum jelas. Sebelumnya beredar informasi apabila pembayaran parkir nontunai bisa menggunakan e-money, kartu e-toll, kartu flazz, maupun QRIS. Namun, ternyata tidak semua metode pembayaran tersebut bisa digunakan untuk parkir nontunai.

Jasa SMK3 dan ISO

Sebagai informasi, parkir otonom diberlakukan sejak 1 Juni 2024 lalu, kebijakan ini disesuaikan dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12 Tahun 2021 yang mengatur standar kegiatan usaha dan produk pada penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko sektor transportasi.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu mengungkapkan. Antrian panjang tersebut disebabkan karena ada mal hanya menggunakan satu metode pembayaran.

Sehingga, bagi masyarakat yang tidak memiliki metode pembayaran tersebut, mau tidak mau melakukan pembayaran secara tunai. Hal ini dianggap memperlambat proses pembayaran parkir dan terjadinya antrian panjang.

“Paling banyak di mal Lembuswana. Karena mungkin metode pembayaran cashless nya hanya satu bank yaitu BCA. Saya sendiri juga belum ngecek apakah pembayaran sudah terintegrasi dengan alat parkirnya,” jelas Manalu saat ditemui Akurasi.id di kantor Dishub Samarinda, Senin (8/7/2024).

Baca Juga  37 Personel Polresta Samarinda Naik Pangkat, Kapolres Ingatkan Tingkatkan Profesionalisme

Kadishub Samarinda Minta Pengelola Parkir Segera Integrasikan Metode Pembayaran Nontunai

Untuk mengantisipasi hal ini, ia meminta kepada pihak pengelola parkir, agar mengintegrasikan metode pembayaran dan alat parkirnya. Sehingga, mempermudah dalam hal pembayaran. Sebab, kata dia, Big Malll, Citycentrum, dan Lotte Mart sudah menggunakan metode tap in tap out atau masuk dan keluar tempat perbelanjaan menggunakan uang elektronik atau kartu.

“Sebenarnya lebih efisien menggunakan cashless, karena ET (elektronik, red)  bukan mempersulit atau membuat macet pembayaran, malah akan mempermudah,” ujarnya.

“Ya, mungkin ET nya yang harus diperbaiki oleh pengelola parkir di mal yang kemarin macet. Itu saya tau pasti mal Lembuswana kan,” sambungnya.

Manalu menuturkan, selain menggunakan cashless, sebenarnya bisa menggunakan metode pembayaran lain, seperti QRIS. Hanya saja menurutnya hal tersebut tidak efisien, karena sama saja seperti menggunakan uang tunai.

Sebab, sama sama membutuhkan waktu dalam proses pembayarannya. Belum lagi jika data internet tidak ada atau handphone mati, malah akan menambah antrian. Tidak seperti menggunakan uang elektronik yang hanya membutuhkan tap in dan tap out, cashless, BCA Flazz, BRIzzi, dan e-money.

“Kalau pakai kartu yang disediakan, tinggal tap. Tidak perlu ambil karcis, pintu parkir terbuka, begitu juga saat keluar tinggal tempelkan kartunya kembali,” ujarnya.

Kartu E-Money Bisa Didapatkan di Big Mall

Lanjut Manalu, ia minta kepada seluruh pengelola mal, rumah sakit yang melakukan jasa pungutan parkir, tidak boleh putus alat karena sekarang sudah bisa sewa layanan. Pasalnya, jika membeli putus alat maka bisa ketinggalan jaman. Sebab, tidak mengetahui ada alat canggih seperti apa lagi untuk tahun tahun berikutnya.

“Ketika ada jasa beli layanan kita bisa menggunakan itu,” ucapnya.

Baca Juga  Mahyudin Tarik Diri dari Pilgub Kaltim 2024

Selain itu, untuk memudahkan masyarakat mendapatkan kartu uang elektronik, dikatakannya, bisa langsung melakukan pembelian di Big Malll. Karena di mal tersebut memiliki empat loket untuk pembelian kartu e-money.

Selain itu, pada Selasa 9 Juli 2024 akan ada launching pembayaran parkir non tunai di pusat pembelanjaan. Sejumlah bank juga dikatakan akan membuka layanan pembayaran cashless. Oleh karena itu, ia memninta agar masyarakat yang belum memiliki alat pembayaran nontunai bisa berkunjung ke Big Malll Selasa pukul 12.00 Wita. Guna mendapatkan kartu e-money.

“Imbauan untuk masyarakat, mari kita biasakan melakukan pembayaran menggunakan digitalisasi. Ketika masyarakat sudah biasa dengan uang elektronik, kita akan meraba ke tepi jalan. Walaupun tepi jalan kami akan menggunakan metode parkir berlangganan, maupun menggunakan cashless,” tutupnya. (*)

Penulis: Dhion
Editor: Devi Nila Saari

Print Friendly, PDF & Email

cek juga!

Disdikbud Samarinda Minta Sekolah Tak Wajibkan Orang Tua Beli Buku Paket

Disdikbud Samarinda Minta Sekolah Tak Wajibkan Orang Tua Beli Buku Paket

Disdikbud Samarinda Minta Sekolah Tidak Wajibkan Orang Tua Beli Buku Paket. Kemudian Menyerahkan Hal Tersebut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page