BirokrasiHeadlineRagam

Bendungan Suka Rahmat Urung Terealisasi, Pemkot Bontang Ingin Bangun Bendali Guntung

Bendungan Suka Rahmat Urung Terealisasi, Pemkot Bontang Ingin Bangun Bendali Guntung
Lantaran lambatnya pembangunan Bendungan Suka Rahmat, membuat Pemkot Bontang berkeinginan membangun bendali di Guntung. (Ilustrasi)

Bendungan Suka Rahmat urung terealisasi, Pemkot Bontang ingin bangun Bendali Guntung. Pasalnya, jika menunggu Bendungan Suka Rahmat dibangun, kemungkinan masih cukup lama. Akibatnya, masalah banjir di Bontang pun akan ikut berlarut-larut.

Kaltim.Akurasi.id, Bontang – Setiap kali hujan mengguyur Kota Taman, sudah barang pasti Kelurahan Guntung, Bontang Utara, akan tergenang banjir. Hal itu sudah terjadi beberapa tahun belakangan.

Apalagi intensitas hujan tinggi, maka air pun kerap menggenang di kawasan Kelurahan Guntung. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemkot Bontang mulai menggulirkan wacana pembangunan bendali di Kelurahan Guntung.

Langkah yang diambil Pemkot Bontang ingin bangun bendali itu, dilakukan sebagai upaya meminimalisir banjir. Pembangunan bendali ini memiliki dua fungsi. Yakni untuk mengendalikan banjir dan pengelolaan air bersih di permukaan.

“Ini masih dalam perencanaan dan upaya penyusunan studi kelayakan yang rencananya akan berjalan pada 2022 mendatang,” kata Edi Suprapto, Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Senin (18/10/2021).

Rencana ini dilakukan lantaran proyek pembangunan bendungan Desa Suka Rahmat hingga kini belum direalisasi. Sehingga solusi persoalan banjir di Bontang belum bisa teratasi. Padahal pembangunan bendungan di Suka Rahmat telah memiliki kajian Analisis Masalah Dampak Lingkungan (Amdal). “Pembangunan itu membutuhkan waktu yang lama. Prosesnya 5 tahun,” sambungnya.

Dengan demikian, PUPRK perlu mengambil langkah taktis untuk pembangunan bendali di Guntung sebagai solusi cepat untuk mengatasi banjir. “Lokasinya di Guntung agar proses pembangunannya bisa cepat dan tidak berada di atas wilayah. Yang jelas kita akan upayakan karena banjir ini sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, banjir masih menjadi masalah pelik yang kerap mendera masyarakat Kota Bontang. Banjir menahun yang acap hinggap di Kota Taman, sebutan Bontang, disebut-sebut salah satunya merupakan banjir kiriman dari wilayah tetangga, yakni Kutai Timur, secara khususnya di daerah Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan.

Menukil persoalan itu, belakangan kemudian muncul opsi agar di wilayah Desa Suka Rahmat dibangun bendungan. Ini sebagai upaya untuk menyaring air bah yang ada di kawasan itu. Proyek pembangunan bendungan ini sendiri sudah masuk dalam skema rencana pembiayaan Pemprov Kaltim.

Langkah itu pun sedianya disambut positif masyarakat. Baik masyarakat Desa Suka Rahmat maupun masyarakat Kota Bontang. Infrastruktur ini berdasarkan kajian akademisi Universitas Mulawarman mampu menyelesaikan permasalahan banjir di Bontang.

Sebagaimana dikutip dari Prokal.co, Sekretaris Komisi III DPRD Abdul Malik mengatakan, Pemkab Kutim tidak bisa melaksanakan penetapan lokasi (penlok). Karena luasannya melebihi dari kewenangan di tingkat kabupaten. “Provinsi juga belum melakukan penlok. Suka Rahmat anggap saja belum bisa diharapkan,” katanya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun telah mendapatkan informasi terkait pembagian tugas penganggaran penanganan banjir Bontang. Tertuang dalam memorandum of understanding antara pemerintah pusat, Pemprov Kaltim, dan Pemkot Bontang. Aspek hulu menjadi ranah Pemprov Kaltim. Termasuk pengoptimalisasi Waduk Kanaan

“Kami akan kejar kepada pemprov untuk melakukan kegiatan tersebut. Pastinya tahun ini ada program untuk pengoptimalisasi Waduk Kanaan,” ucapnya. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Redaksi Akurasi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button