Senin , Juli 22 2024
Launching Kick-off GNPIP, Kaltim Perkuat Upaya Pengendalian Inflasi
Kick-off GNPIP Kaltim-Akurasi.id

Launching Kick-off GNPIP, Kaltim Perkuat Upaya Pengendalian Inflasi

Loading

Provinsi Kaltim launching kick-off GNPIP dengan sejumlah program unggulan. Sebagai upaya perkuatan upaya pengendalian inflasi.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dalam rangka memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah secara sinergis dan inovatif. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kaltim melaksanakan Kick-off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Kaltim, Selasa (29/8/2023)

Acara ini dicanangkan langsung oleh Wagub Kaltim Hadi Mulyadi bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Budi Widihartanto. Serta, dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Dandim, pimpinan OPD se-Kaltim.

Adapun program-program unggulan yang diusung dalam Kick Off, gerakan tanam serentak bersama TNI, penandatanganan perluasan kerjasama antar daerah untuk komoditas inflasi. Penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (ALSINTAN), Implementasi Best Practice Digitalisasi Klaster Cabai dan Integrated Farming Klaster Sapi Potong.

Jasa SMK3 dan ISO

Hilirisasi komoditas cabai, gerakan pangan murah dan penukaran uang rupiah, dan penguatan kapasitas usaha ternak/tani melalui kredit ketahanan pangan. Salah satu program unggulan yang inovatif adalah mengoptimalkan kolaborasi bersama antara Pemprov Kaltim, Bank Indonesia dan KOREM 091/ASN guna memperkuat ketersediaan pasokan.

Dengan pelaksanaan program gerakan tanam cabai serentak dengan Kodim se-Kaltim. Kolaborasi tersebut nantinya setiap kodim se-Kaltim akan mendapatkan bibit untuk dapat ditanam di lahan masing-masing.

Bank Indonesia menyerahkan bantuan sebanyak 55.000 bibit cabai kepada kelompok tani binaan 9 (sembilan) Kodim di wilayah Kaltim. Melalui penanaman tersebut diharapkan dapat memenuhi ketersediaan stok akan cabai guna menangkal inflasi.

Program Ketahanan Pangan Diharapkan Jaga Stabilitas Inflasi di Bumi Etam

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Budi Widihartanto turut menyampaikan bahwa pada Juli 2023. Tingkat inflasi di Provinsi Kaltim tercatat melandai pada level 3,56% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan periode Juni 2023 sebesar 3,76% (yoy).

Baca Juga  Perjalanan Dinas Luar Negeri Dianggap Maladministrasi, Akmal Malik: Kami Akan Evaluasi

Capaian tersebut menunjukan bahwa tingkat inflasi Provinsi Kaltim tetap berada pada rentang target inflasi. Yaitu, 3±1% (yoy) sejalan dengan terjaganya tingkat inflasi inti dan inflasi IHK Nasional. Namun demikian, inflasi kumulatif Kaltim hingga Juli 2023 yang telah mencapai 2,38% perlu menjadi perhatian bersama.

Penguatan kemandirian pangan melalui gerakan-gerakan tanam komoditas inflasi seperti cabai rawit. Hingga perluasan kerjasama antar daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan di Kaltim. Merupakan program-program unggulan yang diharapkan dapat menjaga stabilitas inflasi di Provinsi Kaltim.

Wagub Kaltim: Inflasi Pangan Adalah Salah Satu Tantangan Serius

Atas upaya yang telah ditempuh oleh TPID Provinsi Kaltim tersebut, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi mengapresiasi komitmen TPID se-Kaltim untuk mengendalikan inflasi pangan dalam kerangka GNPIP.

Lebih lanjut, Wagub Kaltim menyampaikan, bahwa inflasi pangan merupakan salah satu tantangan serius yang dihadapi oleh masyarakat kita. Kenaikan harga pangan yang tidak terkendali dapat berdampak buruk terhadap daya beli masyarakat, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.

“Oleh karena itu, GNPIP menjadi sebuah inisiatif strategis yang kita dukung bersama untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Disamping itu, Hadi Mulyadi juga menyatakan, bahwa tema “Kalimantan Timur Berdaulat Pangan” menggambarkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa Provinsi Kaltim tidak hanya mandiri dalam produksi pangan. Tetapi, juga mampu menjaga harga-harga pangan agar tetap stabil dan terjangkau.

Ke depan, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah dan Instansi terkait akan terus bersinergi guna pengendalian inflasi melalui kerangka 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif) melalui program-program inovatif yang dicanangkan oleh pemerintah.

TPID se-Kaltim juga diharapkan terus solid agar inflasi tetap terkendali. Inflasi yang terkendali diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kaltim menuju masyarakat yang lebih sejahtera. (*)

Baca Juga  Iffa Rosita Disebut Bakal Gantikan Hasyim Asy'ari Sebagai Komisioner KPU

Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

Print Friendly, PDF & Email

cek juga!

Didukung Sektor Unggulan, BI Optimis Ekonomi Kaltim Tumbuh Sampai 6,30 Persen

Didukung Sektor Unggulan, BI Optimis Ekonomi Kaltim Tumbuh Sampai 6,3 Persen

BI Optimis Ekonomi Kaltim Tumbuh pada Kisaran 5,50 hingga 6,30 Persen Berdasarkan Kinerja Sektor-Sektor Unggulan. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page