Harga tiket kapal yang lebih terjangkau dibandingkan pesawat membuat pemudik rela menunggu keberangkatan Kapal Binaiya di Pelabuhan Loktuan, Bontang. Kapal ini dijadwalkan berlayar pada 19 Maret 2025 dengan rute panjang hingga ke berbagai kota di Indonesia.
Kaltim.akurasi.id, Bontang – Arus mudik di Pelabuhan Loktuan, Kota Bontang, masih terpantau sepi, meski Idulfitri 1446 Hijriah tinggal 13 hari lagi, Selasa (18/3/2025).
Pantauan media ini menunjukkan hanya beberapa penumpang yang menunggu keberangkatan Kapal Binaiya, yang dijadwalkan berlayar pada Rabu, 19 Maret 2025.
“Mungkin nanti malam baru ramai, karena kapalnya berangkat besok,” kata Jeriya, seorang pemudik asal Kutai Timur yang menunggu kapal di Pelabuhan Loktuan.
Jeriya bersama keluarganya hendak mudik ke Bima, Nusa Tenggara Barat. Mereka memilih kapal laut karena harga tiketnya lebih terjangkau dibandingkan pesawat.
“Untuk satu orang, tiket kapal hanya Rp500 ribu. Ditambah ongkos travel dari Busang, Kutai Timur, ke pelabuhan sekitar Rp600 ribu,” ujarnya.
Ia membandingkan dengan harga tiket pesawat yang bisa mencapai Rp3 juta hingga Rp5 juta per orang sekali jalan. “Belum lagi biaya pulangnya,” tambahnya.
Sebagai informasi, Kapal Binaiya dijadwalkan berangkat pada 19 Maret pukul 16.00–19.00 WITA. Kapal ini menempuh rute panjang, yakni Awerange, Makassar, Labuan Bajo, Bima, Benoa, Surabaya, Batulicin, hingga Kumai. (*)
Penulis: Dwi Kurniawan Nugroho
Editor: Redaksi Akurasi.id