HeadlineKabar Politik

Menakar Siapa Lebih Layak Nakhodai Ketua DPD Demokrat Kaltim, Irwan atau AGM?

Menakar Siapa Lebih Layak Nakhodai Ketua DPD Demokrat Kaltim, Irwan atau AGM?
Kursi ketua DPD Demokrat Kaltim akan diperebutkan kader terbaiknya, yakni Irwan dan AGM. (Ilustrasi: Achmad Yani/Akurasi.id)

Perebutan kursi ketua DPD Demokrat Kaltim kini menghangat hangat. Syaharie Jaang yang sebelumnya menjadi nakhoda kini tidak akan maju lagi. Dua figur penting pun muncul. Ada Irwan sebagai wasekjen DPP Demokrat dan anggota DPR RI. Di sisi lain, ada AGM dengan latar Bupati PPU dan ketua DPC Demokrat Balikpapan.

Akurasi.id, Samarinda – Kontestasi politik dalam memperebutkan kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kaltim cukup mencuri perhatian publik. Kedua tokoh yang memiliki latar belakang berbeda, di antaranya Abdul Gafar Mas’ud (AGM) dan Irwan bakal berebut nahkodai pucuk pimpinan Demokrat di Tanah Benua Etam, sebutan Kaltim.

Berbagai perbandingan pun mengemuka, berkaitan jejak karir, latar belakang keluarga, hingga sepak terjang di masa kepemimpinan masing-masing. Pada dasarnya, banyak pihak menilai, kesempatan untuk menunggangi kuda ketua partai daerah cukup seksi. Selain dapat menentukan haluan politik dan membentuk koalisi, juga mampu menempatkan si empunya kursi dalam menjajaki kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dicalonkan menjadi gubernur maupun wakil gubernur. Terlebih, tahun 2024 mendatang Indonesia bakal menggelar kontes demokrasi secara serentak.

Menurut pengamat politik sekaligus akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman (Unmul) Budiman, berkaitan pemilihan calon ketua tersebut tergantung pada tujuan partai. Melirik kontestasi pileg, pilkada, dan pilpres, otomatis dibutuhkan figur yang bisa membesarkan partai untuk menarik pemilih. Setidaknya bisa memenangkan kontestasi ke depan.

Irwan Dinilai Punya Peluang Lebih Bagus?

Dijelaskan Budiman, berbicara tentang peluang di antara kedua tokoh tersebut, AGM dan Irwan, dapat dilihat dari persoalan kedekatan, yang mana dalam hal ini dinilai Budiman, bahwa Irwan lebih unggul. Pernyataan itu bukan tanpa disertai alasan kuat. Posisi Irwan sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat dan anggota DPR RI jadi alasannya. Terlihat bahwa sosok Irwan selalu dekat dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang tiada lain adalah ketua umum DPP Partai Demokrat.

Selain itu, juga dapat dilihat dari sisi prestasi. Diungkapkannya, ada harapan besar warga Kaltim berkaitan kerja nyata seorang tokoh. Menurutnya, hal itu juga bisa dilihat dari Irwan. Terlihat dari upayanya dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur di Kaltim.

Baca Juga  Irwan Nakhodai Demokrat Kaltim, Berkomitmen Membesarkan Partai

“Sementara AGM, akhir-akhir ini penuh dengan kontroversi. Jika dilihat dari kacamata tersebut, sangat berisiko menempatkan AGM dalam posisi itu untuk menarik suara partai dari Kaltim sebagai modal dalam pileg maupun pilpres,” jelasnya.

Hal lain yang menjadi pertimbangan, lanjut dia, ada kemungkinan konflik antar saudara yang tidak dapat dipisahkan. Misalnya, kecenderungan politik dinasti yang ada di Kaltim. Menurutnya, hal tersebut rentan menyebabkan antipati masyarakat.

“Golkar sudah dapat, Demokrat juga dapat, itu bisa menimbulkan antipati masyarakat. Hal ini bisa menjadi pertimbangan pemilih dan pertimbangan pusat juga. Secara tidak langsung melemahkan posisi AGM,” ungkapnya. “Tapi kembali lagi, tergantung partai,” imbuhnya.

Menakar Siapa Lebih Layak Nakhodai Ketua DPD Demokrat Kaltim, Irwan atau AGM?
Infografis Kursi ketua DPD Demokrat Kaltim akan diperebutkan kader terbaiknya, yakni Irwan dan AGM. (Ilustrasi: Achmad Yani/Akurasi.id)

Kedudukan Bupati PPU Bisa Jadi Modal AGM

Senada, akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul Lutfi Wahyudi  menyatakan, kedua belah pihak tentu memiliki kemampuan dan basis kekuatan masing-masing. Irwan sebagai anggota dewan di Senayan serta Wasekjen DPP Demokrat dan AGM sebagai Bupati PPU.

Baca Juga  Kubar Butuh Suntikan Anggaran untuk Pembangunan Infrastruktur

Menurutnya, secara politik Irwan lebih matang dalam mengelola komunikasi dan pernyataan yang dikeluarkan. Selain itu ada level kepemimpinan yang berbeda di antara keduanya, yang mana saat ini AGM telah terbukti menduduki posisi sebagai kepala daerah.

“Tapi bukan berarti dalam hal leadership Irwan lebih lemah. Ada konteks yang membuat AGM  bisa diunggulkan, karena kepala daerah. Tidak bisa dibandingkan apple to apple karena keduanya memiliki kemampuan masing-masing,” tuturnya.

Namun demikian, dalam pemilihan ini, ia menyebutkan, semua kembali kepada kepentingan para pemilik suara di Partai Demokrat. Dikarenakan, adanya perbedaan dalam mempengaruhi suara masyarakat untuk pemilihan dan suara anggota partai.

Baca Juga  Lagi! Napi Kendalikan Bisnis Narkoba, Petugas Amankan 2 Kilogram Sabu

“Masing-masing pihak tinggal mengkapitalisasi kemampuannya agar lebih menyakinkan kepada pemilih kalau terpilih akan lebih menguntungkan. Bagaimana meyakinkan pemilih itu lebih penting daripada melihat Irwan begini atau AGM begitu,” jelasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button