Kabar Politik

Baru Sebatas Pematangan Lahan, Dewan Pesimis RS Korpri Kaltim Rampung Akhir Tahun Ini

Baru Sebatas Pematangan Lahan, Dewan Pesimis RS Korpri Kaltim Rampung Akhir Tahun Ini
Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim H Baba usai meninjau lokasi pembangunan RS Korpri di Sempaja. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

Baru Sebatas Pematangan Lahan, Dewan Pesimis RS Korpri Kaltim Rampung Akhir Tahun Ini. Dengan waktu yang tersisa hanya 4 bulan, peluang untuk menyelesaikan pembangunan RS Korpri Kaltim, dirasakan sulit diwujudkan.

Akurasi.id, Samarinda – Anggota DPRD Kaltim pesimis akan pekerjaan Rumah Sakit (RS) Korpri Kaltim yang ditarget rampung pada akhir tahun ini. Lantaran, saat tinjauan beberapa hari lalu, pekerjaan rumah sakit tersebut masih dalam tahap pematangan lahan.

Sedangkan rumah sakit yang terletak di Jalan Wahid Hasyim 1 tersebut terdiri dari tiga lantai.  Selain itu, menggunakan sistem irigasi tertentu yang dilengkapi polder di bagian bawahnya sebagai tempat aliran air.

“Saya khawatir dari pihak RS Korpri Kaltim, karena itu finish sampai 100 persen, hanya saja sampai akhir tahun juga. Itu alasannya kecil sekali bisa tercapai,” terang Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim H Baba kepada awak media.

Bukannya tak beralasan, kekhawatiran anggota DPRD Kaltim dari fraksi Partai PDI-P itu mencuat lantaran kini cuaca pun sedang tidak bersahabat. Mengingat, selain kinerja internal, faktor eksternal pun turut memiliki andil dalam penyelesaian pekerjaan proyek.

“Melihat cuaca seperti ini kecil kemungkinan bisa selesai. Apalagi kita tahu bahwa finising itu yang repot. Ini tinggal 4 bulan, itu semua penuh dengan struktur 3 lantai. Tapi mudah-mudahan didukung dengan cuaca. Tapi namanya kerja buru-buru ini yang kadang seharusnya cantik malah tidak rapi,” ujarnya.

Sehingga, ada kemungkinan pelaksanaan proyek akan dikenai denda apabila pembangunan rumah sakit tidak sesuai target yang direncanakan, sesui Pergub Nomor 71 Tahun 2013.

“Itu hitungannya permil, tapi kita harus lihat dulu karena masih lama, 4 bulan lagi. Itukan nanti bisa berlanjut sampai Maret, tapi ya itu kena Pergub 71 untuk melaksanakan. Dikenai denda,” jelasnya.

Sebagai informasi, pembangunan RS Korpri Kaltim akan menelan anggaran senilai Rp46 miliar yang berasal dari APBD Kaltim. Luas lahan tersebut adalah 60×65 meter dengan bangunan kurang lebih 40 m². Bangunan 3 lantai itu nantinya diperkirakan dapat menampung 50 tempat tidur pasien.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, Rahmat Hidayat mengungkapkan, bahwa proyek tersebut baru dilelang dan pengerjaan kontrak sehingga pihak kontraktor pun baru mulai persiapan konstruksi bangunan.

“Kalau material seperti pancang besi itu sudah. Targetnya mudah-mudahan maksimalkan Desember ini,” kata dia.

Dikatakannya, pihaknya sudah memiliki komitmen bersama pelaksana proyek, yang mana apabila pembangunan rumak sakit tersebut terlambat dari target yang ditentukan, maka akan dikenakan denda keterlambatan.

“Biasanya per mil dari pekerjaan yang terlambat. Kami sih usaha maksimal agar terealisasi mudahan cuaca mendukung, paket ini kami konsen untuk progres. Jadi ship kerja itu lebih dari yang biasa,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button