Kabar Politik

Sosper Pajak Daerah, Ekti Imanuel: Ayok Bangun Kaltim Lewat Pajak

Sosper Pajak Daerah, Ekti Imanuel: Ayok Bangun Kaltim Lewat Pajak
Anggota DPRD Kaltim Ekti Imanuel saat menyosialisasikan Perda Pajak Daerah di STT Kukar, Sabtu (16/10/2021). (Redaksi Akurasi.id)

Sosper Pajak Daerah, Ekti Imanuel: Ayok bangun Kaltim lewat pajak. Lewat Sosper Pajak Daerah itu, Ekti berharap, kesadaran masyarakat akan kewajiban membayar pajak semakin meluas.

Kaltim.Akurasi.id, KukarPajak menjadi salah satu komponen penting bagi pembiayaan pembangunan sebuah daerah. Dari pendapatan pajak yang optimal, maka pemerintah daerah akan memiliki keuangan yang memadai untuk pembiayaan pembangunan, dari air bersih, listrik, pendidikan, kesehatan, layanan sosial hingga infrastruktur jalan.

Hal itu pun yang banyak disampaikan anggota DPRD Kaltim Ekti Imanuel saat menyampaikan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Kaltim Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah. Sosialisasi itu berlangsung di hadapan ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi (STT) Kukar.

Dalam pemaparannya, Ekti Imanuel menyampaikan, pajak merupakan komponen penting dalam pembangunan daerah. Karena dalam APBD Kaltim, penerimaan yang bersumber dari pajak daerah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pembiayaan pembangunan di Kaltim.

“Sumbangsih pajak daerah bagi APBD Kaltim ini angkanya sangat signifikan dan memberikan kontribusi sekitar 78 persen terhadap PAD (pendapatan asli daerah), atau sekitar 39 persen terhadap APBD,” ungkap Ekti kepada wartawan selepas kegiatan.

Ekti menyebutkan, sesuai dengan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim yang dia terima, pada 2019 lalu, pajak PKB mencapai Rp1 triliun dari yang ditargetkan sebesar Rp860 juta.

Kemudian pajak BBNKB mencapai Rp994 miliar dari target Rp950 miliar, pajak PBBKB dari target Rp2,650 triliun dalam realisasinya mencapai Rp2,799 triliun, dan pajak air permukaan sebesar Rp10,784 miliar dari target Rp12 miliar.

“Kemudian untuk pajak rokok, awalnya ditargetkan sebesar Rp210 miliar. Adapun realisasinya mencapai Rp173 miliar. Secara keseluruhan dari semua pajak itu, dari target awal Rp4,682 triliun. Realisasinya mencapai Rp4,984 triliun,” ungkap Ekti.

Wakil rakyat asal Dapil Kubar dan Mahulu ini menambahkan, sosper kali ini dia sengaja menyasar mahasiswa sebagai bagian dari kaum milenial. Menurutnya, menyosialisasi pajak kepada milenial sejak dini penting, agar kesadaran dalam pajak semakin luas.

“Mereka ini yang selanjutnya akan menjadi pilar yang menyosialisasikan pajak. Karena mereka yang akan menjadi generasi selanjutnya. Mereka juga menjadi bagian dari objek pajak itu sendiri,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Pendataan dan Pembukuan UPTD PPRD Bapenda Kukar Mulia Pardosi yang dipercaya jadi pemateri dalam kesempatan itu, mengatakan, mengapa masyarakat dan pelaku usaha harus membayar pajak, karena keuangan dari pajak akan dipakai untuk pembangunan daerah.

Sumber pajak ini sendiri ada 5, yakni pajak kendaraan bermotor, pajak biaya balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air permukaan, dan pajak rokok.

“Dari hasil pungutan pajak itu, selain untuk membiaya pembangunan yang jadi tanggung jawab provinsi, juga digunakan untuk pembangunan kabupaten/kota. Pajak itu akan dibagi sesuai porsi yang telah ditentukan dalam undang-undang maupun peraturan daerah,” jelas Pardosi.

Artinya, pajak yang dibayarkan masyarakat dan pelaku usaha, pada dasarnya akan dikembalikan ke masyarakat lewat berbagai program pembangunan yang ada di pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Baik program sosial maupun pembangunan infrastruktur. (*)

Penulis/Editor: Redaksi Akurasi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button