HeadlineTrending

Punya Polder dan Sumur Serapan, Pembangunan RS Korpri Kaltim Digaransi Tidak Memperparah Banjir Sempaja

Punya Polder dan Sumur Serapan, Pembangunan RS Korpri Kaltim Digaransi Tidak Memperparah Banjir Sempaja
Lahan yang akan digunakan sebagai tempat pembangunan RS Korpri di Jalan Wahid Hasyim 1. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

Punya Polder dan Sumur Serapan, Pembangunan RS Korpri Kaltim Digaransi Tidak Memperparah Banjir Sempaja. Sederet skema telah disiapkan agar keberadaan proyek pembangunan RS Korpri Kaltim tidak semakin membuat banjir di kawasan itu.

Akurasi.id, Samarinda – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Korpri Kaltim yang bersebelahan dengan Stadion Madya Sempaja di Jalan Wahid Hasyim 1 banyak membuat pihak sangsi. Pasalnya, bangunan tiga lantai itu ditarget rampung dalam tiga bulan ke depan. Lantaran, kontrak pekerjaan harus diselesaikan pada Desember 2021.

Mengingat, hingga kini belum ada bangunan yang berdiri. Selain itu, pembangunan rumah sakit tersebut juga dilakukan di sekitar kawasan banjir, dekat simpang empat Sempaja. Menyikapi hal ini, Project Manager RS Korpri Kaltim mengaku optimis akan menyelesaikan pembangunan sesuai kontrak yang telah disepakati.

“Alat pancang termasuk material pancang sudah progres. Dua minggu ke depan kami harapkan perpanjangan selesai. Kan targetnya akhir Desember, kami optimis bangunan 3 lantai ini selesai,” terang dia kepada media ini.

Dikatakannya, pihaknya memiliki action plan (rencana kerja) dan master schedule (jadwal utama) yang diterapkan kepada pekerja setiap harinya. Dia juga memastikan, percepatan pembangunan rumas sakit itu tidak mengurangi mutu struktural dan beton.

“Saat ini masih sesuai schedule. Jumlah staf 15 orang, pekerja kami ada 120 orang. Kami tidak mengubah mutu, hanya metode kerja saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, nantinya pembangunan rumah sakit akan menggunakan polder dan sistem irigasi tertentu yang dapat menyiasati arus banjir di kawasan tersebut. Sehingga, ia juga memastikan pembangunan rumah sakit tidak akan memperparah keadaan banjir yang selalu menerjang kawasan simpang empat Sempaja.

“Untuk lapisan pertama kami pakai tanah keras yang rata dengan jalan, makanya banjir kemarin kan ini tergenang semua tapi tidak jadi lumpur. Setelah pemancangan yang kami bangun, akan dibuat panggung yang tingginya 120 cm dari jalan. Sehingga, itu nanti bentuknya seperti panggung. Ada lahan kosong di bawahnya, akan dikasih pembatas batu kali tapi banyak lubang paralon yang memungkinkan air keluar masuk,” jelasnya.

Dikatakannya, lantai dasar membentuk panggung senagaja digunakan untuk mengantisipasi banjir. Kemudian, di sekeliling bangunan akan ditambah sumur resapan sebagai tempat penampungan air.

Begitu pula dengan lahan parkir, ia memastikan bangunan rumah sakit nantinya akan memiliki lahan parkir sendiri di sisi depan dan belakang bangunan. Sehingga, untuk parkir kendaraan tidak akan menggunakan area Stadion Madya Sempaja.

“Sekitar 25 meter bangunan ke belakang untuk lahan parkir, tidak menggunakan area Gor Sempaja. Target penyelesaian akhir Desember sudah jadi. Mungkin hanya lift yang agak lambat. Kemren kami sudah presentasikan, bisa selesai di Januari,” tuturnya.

Pembangunan RS Korpri Kaltim Telan Anggaran Rp46 Miliar

Diketahui, pembangunan RS Korpri Kaltim akan menelan anggaran senilai Rp46 miliar yang berasal dari APBD Kaltim. Luas lahan tersebut adalah 60×65 meter dengan bangunan kurang lebih 40 m². Bangunan 3 lantai itu nantinya diperkirakan dapat menampung 50 tempat tidur pasien.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, Rahmat Hidayat mengatakan hal serupa, bahwa pembangunan rumah sakit tidak akan berdampak bagi banjir di Sempaja. Lantaran pembangunan permukaan tanah akan menggunakan grass block bukannya paving block. Sehingga, lebih memudahkan resapan air.

Kemudian, akan dibuat box penampung air hujan. Telah diperhitungkan, apabila hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama 6 jam maka air yang akan dihasilkan sekitar 700 meter kubik. Sedangkan daya tampung box tersebut sekitar 1700 meter kubik.

“Jadi kalau air mengalir di sini bisa ditampung di bawah bangunan. Nanti fungsinya kalau tidak musim hujan airnya dapat digunakan untuk menyiram tanaman.  InsyaAllah tidak akan memperparah banjir, malah membantu. Jadi semacam poldernya ada di bawah bangunan,” paparnya.

Pihaknya pun menargetkan pekerjaan ini akan rampung akhir tahun ini. Mengingat pekerjaan harus selesai sebelum awal tahun 2022. “Targetnya mudah-mudahan rampung Desember ini. Apabila ada keterlambatan, kami sudah komitmen dengan pelaksana akan ada denda,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button