HeadlineTrending

Pengalihan Akses Jalan Guntung dan Loktuan di Pos 7 oleh PT Pupuk Kaltim Menuai Penolakan

Pengalihan Akses Jalan Guntung-Loktuan di Pos 7 oleh PT Pupuk Kaltim Menuai Penolakan
Tampak spanduk penutupan jalan di Pos 7 Kelurahan Loktuan-Guntung yang mendapatkan penolakan dari masyarakat setempat. (Fajri/Akurasi.id)

Pengalihan akses jalan Guntung dan Loktuan di Pos 7 oleh PT Pupuk Kaltim menuai penolakan. Pasalnya, pengalihan akses jalan Guntung dan Loktuan di Pos 7 tersebut, berdampak bagi aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Kaltim.Akurasi.id, Bontang – Terhitung mulai hari Senin, (18/10/2021), PT Pupuk Kaltim secara resmi melakukan penutupan akses jalan Kelurahan Guntung-Loktuan (Pos 7). Sebagai alternatif, pihak perusahaan menyarankan warga untuk melintas melalui Jalan NPK Pelangi.

Dari pantauan media ini, tampak spanduk pengumuman terpampang di jalan tersebut. Penutupan itu dilakukan dalam rangka pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) kawasan industri. Dari informasi yang tertera di spanduk itu untuk saat ini, hanya kendaraan bermotor yang diperbolehkan melintas. Pun penutupan total akan dilakukan per tanggal 1 November 2021 mendatang.

Penutupan jalan memang seringkali mengalami dampak yang berarti bagi masyarakat. Sehingga banyak masyarakat yang menolak dengan berbagai alasan. Sama halnya dengan jalan di Pos 7. Warga banyak menolak karena dampak sosial yang ditimbulkan dari pengalihan akses jalan Guntung dan Loktuan tersebut.

Ketua RT 18, Kelurahan Loktuan, Sukirman mengaku kurang sepakat apabila akses jalan tersebut ditutup. Pasalnya, ada banyak pedagang sembako dan pemilik warung yang bakal terkena dampaknya.

Menurutnya, jika penutupan jalan tetap akan dilakukan. Pihak perusahaan perlu memperhatikan beberapa aspek, baik dari segi sosial maupun ekonomi. Jangan sampai setelah jalan itu ditutup, kawasan tersebut menjadi terisolir.

“Ada beberapa hal yang meski dipertimbangkan sebelum ditutup. Yang paling utama itu jelas dampak ekonomi bagi warga sekitar. Karena ada puluhan warga yang berjualan di daerah (Pos 7) tersebut,” ujar Sukirman kepada Akurasi.id, Senin (18/10/2021).

Kata dia, memang pihak perusahaan sudah lebih melakukan sosialisasi kepada RT dan warganya. Kendati demikian, belum ada solusi yang diberikan untuk warga sekitar yang terdampak. Terutama bagi para pedagang. Pasalnya, para pedagang yang berjualan di kawasan itu bergantung dari pekerja yang melintas setiap harinya.

“Biasanya kan, para pekerja sebelum berangkat ke tempat kerjanya mampir dulu membeli barang, seperti rokok, makanan dan lainnya. Kalau itu ditutup, terus para pedagang dapat penghasilan darimana. Harus ada solusi untuk itu. Jangan langsung ditutup,” tukasnya.

Dia juga menjelaskan, jalan tersebut memang sudah dijadikan akses alternatif sejak lama bagi warga yang melintas dari arah Loktuan menuju Guntung, maupun sebaliknya.

“Jalan itu sudah ada sebelum perusahaan Pupuk Kaltim berdiri. Memang untuk lahan di sekitar jalan adalah kepunyaan perusahaan. Tapi untuk jalannya sendiri masih kepemilikan masyarakat,” katanya.

Dia bilang, sebenarnya ada opsi yang diberikan oleh masyarakat sekitar. Yakni pembebasan lahan. Namun, pihak perusahaan belum menyetujui hal itu. Pasalnya, untuk dilakukan pembebasan lahan memerlukan biaya yang tidak sedikit.

“Sebenarnya warga sekitar banyak yang setuju kalau ada pembebasan lahan. Tapi perusahaan belum menyanggupi itu. Karena memerlukan uang yang banyak,” terangnya.

Pengalihan Akses Jalan Guntung dan Loktuan Diminta Disertai Solusi!!

Sementara itu, salah satu pedagang, Samsudin (57) mengaku kecewa dengan adanya penutupan jalan tersebut. Pasalnya, warga Guntung ini nantinya harus mengambil jalan yang cukup jauh untuk pergi ke toko yang sudah ditempati selama beberapa tahun itu. Apalagi jalan itu sudah ada bahkan jauh sebelum pabrik milik PKT itu berdiri.

“Akses ini yang paling dekat kalau saya mau pulang ke rumah. Selain itu, kalau jalan ini ditutup pasti warung saya akan sepi. Karena biasanya yang beli di warung saya adalah pekerja yang lalu lalang,” kata Samsudin.

Samsudin pun berharap agar segera ada solusi dari pihak perusahaan. Terutama untuk pelaku usaha sepertinya. “Semoga ada solusinya. Jangan asal ditutup saja. Karena ini satu-satunya mata pencaharian kami,” jelasnya.

Sementara itu, media ini sudah berusaha mendatangi pihak PT KIE untuk mengonfirmasi terkait hal ini. Namun, saat disambangi pihak Humas PT KIE tidak berada di tempat. Pun wartawan sudah berusaha menghubungi Staf Humas PT KIE, Abdul Karim melalui panggilan telepon, namun nomor telepon yang bersangkutan tidak bisa dihubungi.

Setelah itu, media ini juga berusaha menghubungi pihak manajemen Pupuk Kaltim melalui humas. Untuk mempertanyakan alasan penutupan, dan pertanyaan lainnya. Lewat pesan singkat pihak humas menjawab saat ini pihak manajemen sedang tidak berada di Bontang.

Pihaknya berjanji akan secepatnya memberikan tanggapan terkait hal tersebut. “Mohon maaf mas kebetulan manajemen kami lagi gak di Bontang. Ini makanya aku collect aja dulu yah pertanyaannya. Jawabannya nanti akan aku kirimkan,” kata Humas Pupuk Kaltim melalui pesan singkat WhatsApp yang diterima wartawan. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Redaksi Akurasi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button