HeadlineTrending

Varian Baru Covid-19 Muncul Lagi, Ketua IDI Bontang Minta Masyarakat Segera Vaksin

Varian Baru Covid-19 Muncul Lagi, Ketua IDI Bontang Minta Masyarakat Segera Vaksin
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bontang, dr Suhardi mengingatkan masyarakat segera melaksanakan vaksin. (Istimewa)

Varian Baru Covid-19 Muncul Lagi, Ketua IDI Bontang Minta Masyarakat Segera Vaksin. Untuk mencegah penularan varian baru Covid-19, maka vaksinasi menjadi solusi terbaik. Itu menjadi bagian dari ikhtiar dalam mencegah wabah tersebut.

Akurasi.id, Bontang – Virus Covid-19 asal Wuhan, China, terus bermutasi. Terbaru muncul varian bernama MU. Covid-19 versi terbaru ini ditemukan di negara-negara yang ada di Benua Amerika. Adanya varian baru tersebut diketahui telah terjadi dan menginfeksi pada awal tahun 2021.

Hingga 15 September 2021, dari data WHO diketahui terdapat 48 negara yang sudah melaporkan adanya varian MU itu. Bahkan, negara tetangga, Malaysia juga sudah melaporkan adanya varian baru tersebut.

Kendati demikian, hingga kini, Kementerian Kesehatan Indonesia maupun Satgas Covid-19, belum melaporkan adanya varian baru itu masuk ke Indonesia.

Berkaitan dengan hal tersebut, lantas akankah vaksinasi Covid-19 masih efektif? Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bontang, dr Suhardi menjelaskan, virus yang terus bermutasi tersebut dapat diminimalisir penularannya dengan vaksin.

Kata dia, vaksin yang telah diterima masyarakat masih efektif untuk membentengi dari terpaparnya virus Covid-19. Semua jenis vaksin yang digunakan baik itu Sinocav, AstraZeneca, Pzifer, Sinopharm ataupun Moderna diambil dari komponen virus Covid-19.

“Artinya vaksinasi Covid-19 masih efektif untuk meminimalisir penularan virus. Walaupun virus itu sendiri terus bermutasi,” jelasnya, Kamis (16/09/2021).

Dia menambahkan, masyarakat harus tetap optimis dengan upaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah saat ini, dan meminta masyarakat jangan terlena dengan melandainya kasus positif harian dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Yang terpenting adalah prokes, memakai masker, hindari kerumunan,” tegasnya.

Dia juga menjelaskan, jika setiap vaksin memiliki efikasi yang berbeda, merujuk beberapa penelitian dari Public Health England misalnya, vaksin yang berbasis Mrna seperti Pzifer dan Moderna punya efikasi 94-95 persen lebih tinggi untuk melindungi dari paparan virus, jika dibandingkan merk lain.

“Sementara vaksin Sinovac dari penelitian lain di negara asalnya China, efikasi infeksi Covid-19 hanya 59-70 persen,” ungkapnya.

Sebagai informasi, dari data Dinas Kesehatan Bontang per hari Selasa (12/09/2021) realisasi vaksinasi untuk masyarakat secara keseluruhan untuk dosis pertama sekitar 45,7 persen atau setara dengan 61.481 orang. Kemudian dosis dua, 28,9 persen atau 38.931 orang. Sementara total sasaran yang dicanangkan Pemkot Bontang 134.666 orang. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Redaksi Akurasi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button