Kunjungi Kaltim, Presiden Jokowi Janji Kirimkan Vaksin Lebih Banyak

kaltim_akurasi
Kunjungi Kaltim, Presiden Jokowi Janji Kirimkan Vaksin Lebih Banyak
Presiden Joko Widodo bertandang ke Kaltim, Selasa (24/8/2021). (istimewa)

Kunjungi Kaltim, Presiden Jokowi janji kirimkan vaksin lebih banyak. Jika menurut standar kesehatan WHO untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd imunity sebanyak 70 persen, cakupan itu masih jauh dari harapan. Sedangkan target itu diharapkan tercapai hingga akhir tahun ini.

Akurasi.id, Samarinda – Tingginya antusiasme masyarakat Kaltim terhadap vaksinasi tidak sesuai dengan jumlah vaksin yang tersedia. Hal ini pun membuat sebagian masyarakat harus bersabar, lantaran kerap tak kebagian jatah setiap program penyuntikan vaksinasi dilaksanakan.

Bertepatan dengan lawatan Presiden Joko Widodo ke Kaltim, Selasa (24/8/2021), masalah kurangnya vaksin ini turut disampaikan langsung Gubernur Kaltim Isran Noor kepada orang nomor satu di Indonesia itu. Ia menyampaikan, bahwa sampai saat ini cakupan vaksin dosis pertama baru mencapai 22,96 persen, cakupan vaksinasi dosis ke 2 baru mencapai 14,85 persen. Sedangkan vaksinasi tahap 3 bagi sumber daya manusia kesehatan (SDMK) baru mencapai 18,39 persen. Dengan cakupan keseluruhan sekitar 26 persen.

Sebagai informasi tambahan, cakupan vaksinasi dosis 1 terendah ditempati Paser yang baru mencapai 15 persen, kemudian Kutai Timur 18 persen, Penajam Paser Utara (PPU) 18 persen, Kutai Kartanegara 19 persen, Berau 19 persen, Samarinda 22 persen, Kutai Barat 27 persen, Bontang 31 persen, Balikpapan 35 persen, Mahakam Ulu 37 persen.

Jika menurut standar kesehatan WHO untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd imunity sebanyak 70 persen, cakupan itu masih jauh dari harapan. Sedangkan target itu diharapkan tercapai hingga akhir tahun ini.

“Kami berharap bapak Presiden dapat membantu agar alokasi vaksin untuk Kaltim diperbanyak lagi karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi dan incident rate Kaltim tertinggi di luar Jawa-Bali,” tuturnya.

Hal serupa pun turut disampaikan perwakilan dari Kabupaten Kutai Barat. Pada dialog bersama perwakilan kabupaten/kota yang dilakukan secara daring, salah satu perwakilan daerah dari Kabupaten Kutai Barat meminta pemerintah pusat untuk terus menambah stok vaksin karena antusiasme masyarakat tinggi. Menyikapi hal ini, Presiden Jokowi janji akan kirimkan vaksin lebih banyak.

[irp]

“Oke nanti saya kirim ke Dinkes, ke pak Gubernur agar segera ditransfer ke Kutai Barat dan kabupaten serta kota lainnya,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, mantan Wali Kota Solo ini juga menegaskan, agar vaksinasi yang didistribusikan harus segera dihabiskan. Mengingat, Agustus ini 70 juta vaksin akan tiba ke Indonesia. Sehingga, distribusi ke tiap wilayah di nusantara akan ditingkatkan.

Sedangkan dalam 6 bulan sebelumnya, Indonesia hanya mendapatkan 68 juta vaksin. Hal ini turut menjadi penyebab tersendatnya distribusi vaksin selama ini.

“Kalau vaksin saya kirim, saya minta cepat habiskan secepat-cepatnya. Segera disuntikkan ke masyarakat secepat-cepatnya,” tegasnya.

[irp]

Mengakhiri dialog, Presiden berharap kecepatan dalam program vaksinasi agar penyebaran Covid-19 dapat dihilangkan dari Provinsi Kalimantan Timur serta utamanya dari Tanah Air Indonesia.

“Kita harapkan semuanya berjalan lancar dan segera terbangun kekebalan komunal di seluruh Provinsi Kalimantan Timur dan kita berharap penyebaran Covid dapat segera dikurangi dan dihilangkan dari provinsi ini,” ucapnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari

Editor: Rachman Wahid

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana