Kendaraan Ditahan Gakkum KLHK, Ratusan Sopir Truk Batu Gunung Demo, Jalan Bandara Macet Parah

kaltim_akurasi
117 Views
Kendaraan Ditahan Gakkum KLHK, Ratusan Sopir Truk Batu Gunung Demo, Jalan Bandara Macet Parah
ratusan truk terparkir sepanjang jalan APT Pranoto hingga tanah datar, bentuk aksi solidaritas para sopir truk (istimewa)

Kendaraan ditahan Gakkum KLHK, ratusan sopir truk batu gunung demo, jalan bandara macet parah. Pihak PLBB telah melakukan mediasi sebanyak 6 kali bersama Pemkot Bontang dan Pemprov Kaltim namun saat ini belum juga mendapat kepastian.

Akurasi.id, Samarinda – Aksi demo dilakukan oleh ratusan sopir truk batu gunung yang mengatasnamakan Organisasi PLBB (Persatuan Leveransir Bahan Bangunan) di Jalan Poros Samarinda-Bontang, tepatnya di depan Bandar Udara APT Pranoto, Sungai Siring Samarinda, Rabu (1/9/2021).

- Advertisement -
Ad image

Demo itu membuat jalur APT Pranoto hingga kawasan tanah datar macet parah.  Terpantau ratusan truk memarkirkan kendaraan di pinggir jalan.

Ketua Organisasi PLBB Bontang, Saripuddin saat ditemui mengatakan, pihaknya melakukan unjuk rasa terkait penahanan truk anggota PLBB bernama Muliyadi oleh pihak Balai Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) pada 26 Juni 2021 lalu, dengan alasan kegiatan pembelian batu gunung di area hutan lindung tepatnya di Desa Suka Damai, Kilometer 17 Jalan Poros Samarinda – Bontang.

“Kami Organisasi PLBB meminta pemerintah dapat memfasilitasi kami agar mobil rekan kami yang ditahan oleh Gakkum dapat dibebaskan. Karena masalahnya ini hanya memuat batu gunung untuk kepentingan masyarakat,” ujar Saripuddin.

Disebutkannya pula bahwa pihak PLBB telah melakukan mediasi sebanyak 6 kali bersama Pemkot Bontang dan Pemprov Kaltim namun saat ini belum juga mendapat kepastian.

Tak hanya itu, Saripuddin juga ingin meminta kepastian kepada Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Isran Noor terkait pertambangan batu gunung. Karena menurutnya apabila pertambangan batu gunung itu ditutup, maka pembangunan di Kota Bontang tak dapat dilakukan.

[irp]

“Sudah jaman susah karena Covid, kami malah ditambah susah lagi,” ucapnya.

Rencananya unjuk rasa tersebut akan digelar di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur lalu dilanjutkan di depan Balai Gakkum KLHK Samarinda. Berangkat dari titik kumpul di kawasan Jalan Soekarno Hatta pukul 08.00 Wita, iring-iringan truk pengunjuk rasa sebanyak 300 unit itu harus terhenti tepat di depan Bandara APT Pranoto lantaran tak dapat izin masuk ke Kota Samarinda oleh Kepolisian karena kondisi yang masih PPKM.

Diketahui pula dalam aksi ini Forum Gerakan Sopir Samarinda (FGSS) berencana ikut membantu aksi solidaritas dengan menurunkan 75 unit truk untuk mengiringi aksi dari PLBB Bontang dengan menunggu di kawasan Jalan DI Panjaitan tepat di depan kawasan Ruko Segiri 2 Samarinda.

Akibat dari iring-iringan unjuk rasa yang tertahan tersebut, terpantau sejumlah kendaraan dari arah Samarinda menuju Bontang maupun sebaliknya mengalami kemacetan cukup panjang hingga kurang lebih 5 kilometer.

[irp]

Selain itu, seorang pengendara bernama Eky Riski (25) yang bertolak dari Samarinda hendak menuju Muara Badak untuk mengurus pekerjaan harus terjebak macet selama kurang lebih 3 jam karena aksi demo tersebut.

“Saya tidak dapat berkutik karena ada demo ini. Akhirnya pekerjaan terkendala. Saya berangkat dari Samarinda menuju Muara Badak Pukul 13.00 dan hingga Pukul 16.30 Wita masih terjebak di depan Bandara APT Pranoto,” ungkap Eky Riski. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Editor: Rachman Wahid

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana