Sebelum mengakhiri masa jabatannya, Gubernur Kaltim Isran Noor resmikan 12 gedung. Pembangunan gedung-gedung itu ditaksir menghabiskan anggaran hampir Rp500 miliar.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Sebelum mengakhiri masa jabatannya, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor, resmikan 12 gedung pada Selasa, 26 September 2023. Pembangunan ini merupakan bagian dari program Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim yang dipimpin oleh Kepala Dinas, Aji Muhammad Fitra Firnanda.
Pada peresmian tersebut, Aji Muhammad Fitra Firnanda mengungkapkan besarnya dana yang digelontorkan untuk proyek-proyek ini. Di antaranya, pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Salehuddin II dengan anggaran mencapai Rp66,102 miliar, yang dibagi dalam dua tahap pembangunan.
“Tahap pertama pada tahun 2021 menghabiskan anggaran sebesar Rp30,630 miliar, sedangkan tahap kedua yang selesai pada 2023 mengeluarkan dana sebesar Rp35,473 miliar,” tuturnya saat memberikan sambutan pada persemian gedung RSUD AM Salehuddin II pada Selasa (26/9/2023).
Selanjutnya, proyek Gedung Inspektorat Daerah Kaltim di Jalan Kadrie Oening menggunakan dana sebesar Rp144,43 miliar. Gedung ini memiliki luas 12.068 meter persegi dengan empat lantai utama dan dua lantai penunjang.
Kemudian, Kadrie Oening Tower, gedung sembilan lantai dengan luas 11.369 meter persegi dan luas convention hall 840 meter persegi, menghabiskan anggaran sekitar Rp138,219 miliar.
Tidak ketinggalan, Kadrie Oening Business Center, dengan dana total Rp5,557 miliar, menyediakan gedung seluas 920 meter persegi dengan 2 lantai.
Masjid Nurul Ilmi Samarinda dengan luas 1.423 meter persegi, dibangun dengan anggaran sebesar Rp28,443 miliar. Sementara Masjid Baburrahman Perumahan Griya Mukti Sejahtera Samarinda menggunakan dana Rp12,241 miliar untuk bangunan satu lantai dengan luas 139 meter persegi.
Kemudian Masjid Istiqlal Loa Bakung Samarinda, dengan luas bangunan 1.388 meter persegi dan dua lantai, menghabiskan dana sebesar Rp26,143 miliar.
Dan untuk Masjid Al-Hijrah Perumahan Griya Tepian Lestari (Karpotek) Samarinda dibiayai sebagian struktur lantai 2 oleh Dinas PUPR-PERA Provinsi Kalimantan Timur dengan anggaran sekitar Rp738,633 juta. Selebihnya, termasuk pekerjaan pondasi, struktur lantai 1, atap kubah, dan finishing, dilaksanakan melalui anggaran swadaya masyarakat senilai Rp8,523 miliar.
Selain itu, ada proyek Gedung Perkuliahan dan Ruang Serba Guna IKIP PGRI Kaltim dengan total dana Rp11,30 miliar menghasilkan bangunan tiga lantai.
Dan yang terakhir adalah Kamar Operasi Hybrid Sakura RSUD AWS Sjahranie Samarinda (dilaksanakan oleh RSUD AWS Sjahranie). Untuk proses pengerjaan Ruang OK Hybrid sekitar 3 bulan dengan total anggaran Rp49,110 miliar dari dana APBD 2023 termasuk pengerjaan dan penyediaan alat kesehatan.
Total dana pembangunan yang mencapai triliunan rupiah ini disebut menunjukkan komitmen besar pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur dan pelayanan publik di Kaltim. Ia pun mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan ini.
“Terimakasih kepada pihak yang berperan dalam pelaksanaan program-program Pemprov Kaltim khususnya pada kegiatan-kegiatan yang akan kita laksanakan hari ini,” ujarnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Fajri Sunaryo