Wali Kota Samarinda Andi Harus ingatkan pejabat agar tidak korupsi dan pungli. Sebagai upaya memajukan daerah dan membuat iklim investasi yang ramah pengusaha.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan para pejabat yang ada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar tidak melakukan korupsi dan pungutan liar (pungli).
“Sejak saya menjabat, hal pertama yang saya tekankan adalah agar tidak boleh ada lagi pungli dan korupsi,” tegasnya di Samarinda, Selasa (5/11/2023).
Ia pun meminta agar kebiasaan terdahulu tidak diulang lagi. “Dulu itu lebih dikenal birokrasi dengan istilah kalau bisa lambat kenapa harus dipercepat,” tambahnya.
Ia khawatir, apabila kebiasaan tersebut tetap dijalankan. Maka Kota Tepian dapat tertinggal dibandingkan dengan wilayah lain.
Politisi Partai Gerindra ini menyebut, dengan kebiasaan itu maka akan ada sejumlah risiko yang datang kedepannya. Yang paling berat wilayah ini akan lebih lambat untuk maju. Selain itu, tentu ada risiko hukum yang sudah menanti.
Tak hanya itu, birokrasi yang menyulitkan juga disebutnya memiliki dampak negatif pada dunia investasi dan ekonomi. Karena dapat membuat pengusaha enggan untuk menanamkan modalnya di Samarinda.
“Artinya orang tersebut tidak melihat masa depan. Hanya karena uang Rp100 ribu, dapat menghambat investasi dan kegiatan ekonomi,” sebutnya.
Baca Juga
Ia pun mengakui, masih ada beberapa oknum yang menganut sistem tersebut. Kendati demikian, ia menilai sudah ada perbaikan birokrasi di lingkup Pemkot Samarinda pada beberapa waktu terakhir.
Untuk meningkatkan kejujuran bagi aparat Pemkot, ia pun berkomitmen untuk menindak tegas bagi oknum yang tidak mau mengikuti aturan.
“Kalau masih ada aparatur pemkot bermental seperti itu ke laut saja,” imbuh orang nomor satu di Kota Tepian ini. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari
