Revitalisasi GOR Segiri Meleset dari Target, Andi Harun Beri Penjelasan

Fajri
By
172 Views

Revitalisasi Gedung Olahraga (GOR) Segiri diperkirakan tidak akan selesai tepat waktu. Kendala pada fasad bangunan dan kondisi cuaca menjadi penyebab utama.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Proyek Revitalisasi Gedung Olahraga (GOR) Segiri diperkirakan tidak akan selesai tepat waktu, meski sudah mencapai 80 persen. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menetapkan akhir Desember 2023 sebagai waktu penyelesaian tahap satu revitalisasi. Kemungkinan proyek itu akan meleset dari target.

Progres pembangunan Gor Segiri yang berlokasi di Jalan Kesuma Bangsa, Kota Samarinda itu digadang-gadang mengalami kendala yang dapat menghambat penyelesaian pekerjaan. Keterlambatan disebabkan oleh masalah teknis.

“Ada sedikit kendala pada fasad bangunan, karena handmade dengan standar kualitas tinggi yang memiliki peran penting dalam identitas Kota Tepian,” ujar Wali Kota Samarinda, Andi Harun belum lama ini.

Selain itu, faktor cuaca dan logistik pengiriman juga menjadi penyebab kendala dalam mencapai target proyek. Namun, Andi Harun tetap optimis bahwa proyek akan selesai tepat waktu. Dia telah menyiapkan opsi lain jika proyek tak dapat rampung sesuai target, termasuk kemungkinan perpanjangan kontrak selama 55 hari dengan denda keterlambatan bagi kontraktor.

“Masih ada opsi sesuai dengan ketentuan hukum, yakni dapat dilanjutkan kontrak atau ditambah perpanjangan waktu selama 55 hari, dengan catatan kontraktornya dikenakan denda keterlambatan,” jelasnya

“Saya yakin kalaupun kita gunakan opsi itu mungkin tidak akan sampai 55 hari, karena semuanya sudah siap, tinggal tunggu barangnya datang. Fasadnya juga sedang dalam perjalanan,” tambahnya.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani, menyampaikan ketidakyakinannya terhadap penyelesaian tepat waktu revitalisasi gor tersebut. “Saya ragu apakah proyek ini bisa selesai pada akhir Desember 2023,” kata Angkasa Jaya.

Menurutnya, sejumlah bagian dari GOR Segiri itu masih menggunakan konstruksi lama, terutama bagian atap dan fasilitas di dalamnya. “Boleh dilanjutkan, tentu dengan ditambah penguatan konstruksi,” ujarnya.

Sebagai informasi, Adapun anggaran yang digunakan untuk revitalisasi pada tahap pertama ini sebesar Rp 36 miliar, yang dikucurkan untuk pekerjaan eksterior, termasuk perbaikan atap, struktur, dan fasad tampilan depan.

Sementara untuk pekerjaan interior, seperti pemasangan lighting (pencahayangan/penerangan) dan kursi akan dilanjutkan pada tahap dua dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Fajri Sunaryo

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana