Perayaan Lebaran Identik dengan Ketupat, Berikut Sejarahnya

Suci Surya
149 Views

Ketupat memiliki rasa yang khas, dan biasanya disajikan dengan hidangan khas lainnya seperti rendang, opor ayam, atau masakan lainnya saat perayaan khusus, termasuk Idul Fitri di Indonesia.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Seperti sudah menjadi tradisi setiap perayaan lebaran Idulfitri atau Iduladha sajian berupa ketupat selalu ada di meja makan. Kurang afdal rasanya jika tidak ada ketupat saat merayakan hari raya bersama keluarga, sanak saudara, dan kerabat. Ketupat memiliki rasa yang khas. Biasanya disajikan dengan hidangan khas lainnya seperti rendang, opor ayam, atau masakan lainnya.

Ketupat dikenal sebagai makanan tradisional terbuat dari beras yang dibungkus dengan anyaman janur kelapa atau daun kelapa kering menjadi bentuk segi empat. Proses memasak ketupat cukup mudah. Yakni dengan memasukkan beras yang telah dicuci ke dalam bungkusan tersebut, kemudian merebusnya hingga matang.

Berdasarkan informasi yang dilansir Akurasi.id dari berbagai sumber, tradisi ketupat berawal dari penyebaran agama Islam di Pulau Jawa oleh Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga sendiri merupakan salah satu tokoh Wali Songo yang berperan dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

- Advertisement -
Ad image

Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai budaya dan filosofi Jawa yang berbaur dengan nilai keislaman. Dimana membaurkan pengaruh budaya Hindu pada nilai keislaman, sehingga ada akulturasi budaya antara keduanya. Akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan memengaruhi.

Dilansir Diskominfo Kaltim, Sunan Kalijaga memperkenalkan Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Sebagai informasi, Bakda Kupat merupakan budaya yang dimulai satu minggu setelah lebaran. Pada hari itu, banyak masyarakat yang menganyam dan mempersiapkan hidangan Ketupat.

Biasanya Ketupat diantarkan kepada kerabat yang lebih tua sebagai simbol kebersamaan. Sunan Kalijaga membagikan ketupat sebagai sarana untuk berdakwah menyebarkan agama Islam. Ini menjadi pendekatan budaya oleh Sunan Kalijaga untuk mengajak orang Jawa untuk memeluk agama Islam pada kala itu.

Secara perlahan, tradisi ketupat ini menjadi melekat di Indonesia sebagai hidangan lebaran. Ketupat berasal dari kata “Kupat” dan memiliki arti ganda yakni ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan). Empat tindakan yang dimaksudkan antara lain: luberan (melimpahi), leburan (melebur dosa), lebaran (pintu ampunan terbuka lebar) dan laburan (menyucikan diri).

Selanjutnya, isian beras pada ketupat dilambangkan sebagai hawa nafsu. Daun kelapa muda atau Janur merupakan singkatan dari jatining nur atau cahaya sejati (hati nurani). Jika digabungkan, Ketupat memiliki arti manusia yang menahan nafsu dengan mengikuti hati nurani. (*)

 

Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana