Kata Pocco, skrining mandiri dilakukan untuk dapat mendeteksi dini kemungkinan terjadinya penyakit malaria. Sehingga dapat segera dilakukan tindakan pencegahan yang tepat untuk antisipasi penyebaran malaria.
Kaltim.akurasi.id, Penajam – Berbagai upaya dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (Dinkes PPU) sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran penyakit malaria di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Salah satunya mendorong setiap segmen pengerjaan pembangunan ibu kota baru tersebut dapat melakulan skrining mandiri. Hal itu disampaikan oleh Entomolog Kesehatan Dinkes PPU, Harjito Pocco Waluyo saat ditemui oleh media ini beberapa waktu lalu.
“Itu dilakukan untuk dapat mendeteksi dini kemungkinan terjadinya penyakit malaria sehingga dapat segera dilakukan tindakan pencegahan yang tepat,” kata Harjito Pocco kepada wartawan.
Meski demikian, pria yang akrab disapa Pocco itu mengatakan pihaknya tetap mengirimkan petugas kesehatan di lokasi tersebut. Tujuannya untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi.
Baca Juga
“Kami punya kader di sana sebanyak 40 orang. Tapi cuman 38 yang aktif, karena 2 orang kemarin resign,” jelas Pocco.
Lebih lanjut dia berharap, masyarakat di sana dapat menjaga lingkungan sekitar. Sehingga dapat meminimalisir risiko penyebaran penyakit malaria. Salah satunya dengan menerapkan langkah 3M, yakni menguras penampungan air, mengubur barang bekas, dan mendaur ulang barang bekas.
Selain itu juga dapat dilakukan dengan memakai pakaian serba panjang seperti celana dan lengan panjang selama beraktivitas. Hindari meletakkan pakaian basah di dalam rumah karena dapat menjadi tempat persembunyian nyamuk.
“Dalam hal ini, lakukan koordinasi juga dengan pihak lingkungan juga,” tutupnya. (adv/diskominfoppu/zul/uci)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Suci Surya Dewi
