PPU Berada di Zona Aman, Kerawanan Pangan Capai Nol

Devi Nila Sari
86 Views

DKP PPU nyatakan kondisi pangan di wilayahnya berada di zona aman. Dengan kata lain, kerawanan pangan ekstrem sudah zero.

Kaltim.akurasi.id, PPUKepala Dinas Ketahanan Pangan Penajam Paser Utara (DKP PPU), Mulyono, menyatakan bahwa kondisi kerawanan pangan di wilayah PPU kini berada di zona aman. Tingkat kerawanan pangan yang sebelumnya masih menjadi perhatian, kini telah mencapai angka nol.

Mulyono menjelaskan, capaian ini tidak terlepas dari berbagai upaya pemerintah dan dukungan dari masyarakat serta sinergi antar instansi terkait.

“Sekarang, data kerawanan pangan di PPU, secara ekstrem sudah zero. Artinya, kita sudah berada dalam kondisi aman,” ujar Mulyono.

- Advertisement -
Ad image

Dikatakannya, pencapaian ini sejalan dengan program Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kabupaten PPU yang terus mengalami peningkatan signifikan.

“IKP Kabupaten PPU mengalami peningkatan signifikan, berada di peringkat ke-20 nasional dari seluruh kabupaten yang ada. Tahun sebelumnya kita berada di posisi ke-22, kini naik ke posisi ke-20 secara nasional,” terangnya.

Ketahanan Pangan PPU Masuk Kategori “Sangat Tahan”

Dalam pemeringkatan nasional tersebut, Kabupaten PPU termasuk dalam kategori “sangat tahan” terhadap kerawanan pangan bersama Kabupaten Paser.

Capaian ini menjadi salah satu bukti bahwa Kabupaten PPU telah mampu memperbaiki beberapa indikator yang mendukung ketahanan pangan. Termasuk dalam penyediaan air bersih dan akses terhadap bahan pangan.

Lebih lanjut, Mulyono menjelaskan bahwa indeks ketahanan pangan tidak hanya dihitung dari ketersediaan bahan pangan saja, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai indikator lainnya, seperti akses terhadap air bersih.

“Beberapa indikator yang menjadi penilaian antara lain air bersih. Meski di PPU terdapat waduk Waru, namun area sekitar waduk ini tidak ada masalah dengan akses air bersih. Hal ini menjadi nilai tambah dalam penilaian indeks ketahanan pangan kita,” katanya.

Selain itu, Mulyono menyoroti pentingnya ketersediaan toko atau outlet bahan pangan yang mudah diakses oleh masyarakat. Pada daerah yang padat penduduk, minimnya akses terhadap toko bahan pangan dapat mempengaruhi nilai ketahanan pangan.

“Di PPU, kita bekerja sama dengan Perumda Air Minum Danum Taka, Bapelitbang, dan dinas perkim untuk memastikan akses pangan dan air bersih terus terjamin,” pungkasnya. (Adv/diskiminfoppu/zul)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana