Dulu Reyot dan Tak Layak, Kini Jadi Rumah Beton Hijau

Fajri
By
247 Views

Rumah reyot warga miskin ekstrem disulap jadi rumah layak huni dalam sebulan. Aksi cepat Pemkot Bontang dan Baznas bukti nyata program pengentasan kemiskinan.

Kaltim.Akurasi.id, Bontang – Upaya Pemerintah Kota Bontang dalam menekan angka kemiskinan ekstrem terus digencarkan. Salah satu bentuk nyatanya adalah pembangunan ulang rumah tidak layak huni milik warga di Kelurahan Berbas Tengah, yang kini telah rampung dan diresmikan pada Minggu siang (11/05/2025).

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas 100 hari pertama pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Neni–Agus. Proyek ini dikerjakan secara cepat dan kolaboratif bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bontang.

Rumah yang sebelumnya tak layak huni dibongkar total dan dibangun ulang secara permanen. Tak hanya pembangunan fisik, Pemkot juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan dan sosial ekonomi penerima bantuan.

- Advertisement -
Ad image

“Kami langsung bergerak cepat setelah mendapat laporan, karena ini termasuk program prioritas 100 hari pertama kami,” ujar Agus Haris dalam sambutannya saat peresmian.

Untuk mendukung aspek kesehatan, Puskesmas setempat akan melakukan pemeriksaan rutin sebanyak tiga kali dalam sepekan. Sementara itu, pemenuhan kebutuhan dasar ditangani secara terpadu oleh Kelurahan Berbas Tengah, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Disos-PM), serta Dinas Kesehatan.

“Karena yang bersangkutan mengalami sakit dan tidak bisa beraktivitas, kami minta Dinkes, Dinsos-PM, dan pihak kelurahan turut ambil bagian. Kami juga mendorong RT agar aktif menjalankan program Tengok Tetangga, supaya warga sekitar lebih peduli,” tambahnya.

Program Tengok Tetangga sendiri merupakan inisiatif sosial yang bertujuan mendorong kepedulian antartetangga agar tidak ada warga yang terabaikan.

Sementara itu, Ketua Baznas Bontang, Kuba Siga, mengungkapkan bahwa rumah sebelumnya terbuat dari kayu dan sangat tidak layak huni. Pembangunan ulang dilakukan selama satu bulan dengan memberdayakan tenaga kerja lokal. Rumah baru tersebut kini berdinding beton, dicat hijau, dan masih menyisakan sedikit lahan di bagian pekarangan.

“Pembangunannya memakan anggaran sekitar Rp100 juta, dan seluruhnya dikerjakan oleh warga sekitar,” jelasnya. (*)

Penulis: Dwi Kurniawan Nugroho
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana