Tahun ini DLH PPU hanya realisasikan satu truk sampah, dari dua unit yang direncanakan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari efisiensi angggaran.
Kaltim.akurasi.id, Penajam – Efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) berdampak pada sejumlah program di dinas lingkungan hidup (DLH). Salah satunya adalah pengadaan armada pengangkut sampah yang semula direncanakan dua unit, namun hanya bisa direalisasikan satu unit saja.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH PPU, Kamaruddin, saat ditemui di ruangannya.
Kamaruddin menyampaikan, unit yang berhasil direalisasikan tahun ini hanya truk sampah utilitas kecil yang biasa digunakan untuk operasional pengangkutan sampah rumah tangga di kawasan padat penduduk.
“Awalnya memang kami ajukan dua unit truk, tetapi karena ada efisiensi anggaran, hanya satu yang disetujui,” tuturnya.
DLH PPU Harapkan Dukungan Anggaran Penuh Tahun Depan
Menurutnya, efisiensi tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah daerah dalam menyesuaikan belanja program dengan kemampuan fiskal daerah. Akibatnya, sejumlah rencana kerja DLH mengalami penyusutan, terutama pada pos anggaran pengadaan dan pengembangan infrastruktur pengelolaan sampah.
“Banyak kegiatan yang terkena imbas efisiensi ini. Tidak hanya pengadaan armada, tetapi juga beberapa rencana pembangunan fasilitas pendukung lainnya harus ditunda,” jelasnya.
Meski demikian, DLH PPU tetap berencana membangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Untuk itu, pihaknya telah mengamankan dokumen detail engineering design (DED) terlebih dahulu. Kamaruddin mengungkapkan, dokumen ini menjadi satu-satunya bagian dari perencanaan yang masih dapat dilanjutkan menggunakan sisa anggaran tahun ini.
Baca Juga
“DED untuk TPST tetap jalan, karena kami anggap itu prioritas. Sebagai landasan pembangunan ke depannya,” tambahnya.
Ia berharap, tahun depan kondisi anggaran daerah bisa lebih stabil, sehingga program pengelolaan sampah yang telah dirancang secara bertahap dapat direalisasikan lebih optimal.
“Permasalahan sampah tidak bisa ditunda-tunda. Kami berharap ada dukungan penuh di tahun berikutnya agar penanganan bisa lebih maksimal,” tutupnya. (Adv/diskominfoppu/zul)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari
