
Dewan mendesak pemeliharaan dan perbaikan sekolah rawan longsor. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan siswa.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, meninjau dua sekolah dasar negeri, yaitu SD 019 Samarinda Ulu dan SD 020 Samarinda Utara. Hal ini dilakukan untuk memastikan faktor keselamatan dan kenyamanan siswa di sekolah.
Hasil tinjauan menunjukkan kondisi yang cukup kontras. Di SD 019, meski secara umum masih layak, ia menemukan sejumlah kerusakan ringan seperti kebocoran, plafon rusak, dan retakan kecil.
Novan menegaskan, bahwa pemeliharaan rutin sangat diperlukan. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan dana bantuan operasional sekolah nasional (BOSNAS) maupun bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA).
“Kalau tidak segera dirawat, kerusakan kecil bisa membesar. Jadi, pemeliharaan harus menjadi agenda rutin,” tuturnya.
Baca Juga
Selain itu, pihak sekolah juga menghadapi persoalan eksternal berupa pohon milik warga yang berpotensi membahayakan siswa, karena buahnya kerap jatuh ke area belajar. Komisi IV mendorong adanya koordinasi antara pihak sekolah, pemilik lahan, RT/RW, dan kelurahan untuk melakukan pemangkasan.
Politikus Golkar ini juga menemukan adanya ketidaksesuaian data sarana-prasarana di data pokok pendidikan (Dapodik). Ia menyoroti fasilitas WC yang sebenarnya sudah tersedia, namun belum tercatat dalam sistem.
“Ini soal validitas data. Kalau Dapodik tidak sesuai kondisi nyata, maka bantuan atau alokasi anggaran bisa salah sasaran,” tegasnya.
Baca Juga
Berbeda dengan SD 019, kondisi di SD 020 Samarinda Utara jauh lebih mengkhawatirkan. Bangunan tua yang berdiri sejak 1983 itu berada di tepi jurang dengan akses jalan sempit. Novan menyebut, sekolah tersebut sangat mendesak untuk direnovasi besar-besaran.
Menurutnya, proyek renovasi sebelumnya direncanakan melalui dana alokasi khusus (DAK) pusat, namun kepastian realisasi masih belum jelas. Ia mendorong, agar pemerintah kota segera mengambil alih bila pusat tidak kunjung merealisasikan.
“Jangan menunggu lama, karena yang dipertaruhkan adalah keselamatan siswa. Tangga dan plafon yang hampir roboh harus segera diperbaiki sebagai langkah darurat,” tandasnya. (Adv/dprdsamarinda/zul)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari
