Realisasi Anggaran Kaltim Tembus 71 Persen, Pemprov Ngebut Jelang Akhir Tahun

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) ngebut menuntaskan realisasi anggaran menjelang akhir tahun 2025. Dalam sepekan terakhir, serapan naik drastis dari 60 persen menjadi 71 persen, lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.
Fajri
By
2.6k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus menggenjot percepatan realisasi anggaran menjelang akhir tahun 2025. Hingga 31 Oktober, serapan anggaran daerah telah mencapai 71 persen. Capaian ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, ketika angka serupa baru tercapai pada November.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan percepatan kinerja seluruh perangkat daerah dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan.

“Pendapatan daerah kita sampai 31 Oktober sudah 77 persen. Dana transfer dari pusat 69 persen. Kalau dirata-rata, total realisasi anggaran mencapai 71 persen. Ada OPD yang sudah di atas 80 persen, tapi juga masih ada yang di bawah,” ujar Sri Wahyuni, Senin (3/11/2025).

Ia menyebut capaian ini tergolong progresif. Dalam sepekan terakhir saja, posisi realisasi anggaran meningkat dari 60 persen menjadi 71 persen.

- Advertisement -
Ad image

“Kalau dibanding tahun lalu, angka 71 persen baru terjadi di bulan November. Tahun ini lebih cepat,” katanya.

Dorong Percepatan dengan Penyederhanaan Mekanisme

Untuk menjaga momentum tersebut, Pemprov Kaltim menerapkan sejumlah langkah percepatan, salah satunya dengan menyederhanakan mekanisme pencairan dana. Kegiatan yang tidak perlu menunggu proses Ganti Uang (GU) diimbau menggunakan Tambahan Uang (TU) agar tidak terhambat di tahap administrasi.

“Dengan begitu, pelaksanaan kegiatan bisa langsung berjalan tanpa menunggu lama,” jelasnya.

Sri menambahkan, Pemprov menargetkan realisasi anggaran bisa mencapai 94 persen pada akhir tahun. Berdasarkan hasil evaluasi terakhir, terdapat lima OPD dengan kategori hijau atau serapan tinggi, sementara kategori biru ditargetkan menyentuh 89 persen hingga Desember.

Namun demikian, masih ada sekitar 27 OPD yang masuk kategori merah dengan realisasi di bawah 60 persen. Pemerintah provinsi akan memberikan perhatian khusus terhadap perangkat daerah dengan capaian rendah.

“Kami terus dorong agar seluruh OPD mempercepat penyerapan. Waktu kita tidak banyak,” tegasnya.

Pemprov Kaltim berharap percepatan serapan anggaran tahun ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola keuangan daerah di masa mendatang.

“Kuncinya koordinasi dan disiplin pelaksanaan program,” jelas Sri Wahyuni. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana