Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan serius dalam penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Dengan hanya sekitar 50 pengawas untuk mengawasi puluhan ribu perusahaan, pelaksanaan standar keselamatan di provinsi dengan aktivitas industri tinggi ini dinilai belum berjalan optimal.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan keterbatasan jumlah pengawas menjadi kendala utama dalam memastikan penerapan K3 di lapangan berjalan efektif. Saat ini, para pengawas yang tersedia harus mengawasi ribuan perusahaan lintas sektor — mulai dari pertambangan, konstruksi, hingga manufaktur.
“Kami memang kekurangan tenaga pengawas. Idealnya, satu pengawas menangani sekitar 50 perusahaan. Namun, jumlah yang ada masih jauh dari kebutuhan,” ujar Seno.
Kondisi itu membuat pengawasan terhadap pelaksanaan K3 di lapangan belum maksimal. Rasio yang tidak seimbang antara jumlah pengawas dan banyaknya perusahaan meningkatkan potensi pelanggaran keselamatan kerja, apalagi di tengah meningkatnya investasi industri di Kaltim.
Pemprov Kaltim pun mendorong dukungan dari pemerintah pusat untuk menambah jumlah pengawas K3. Menurut Seno, langkah tersebut penting agar program keselamatan kerja di daerah dapat berjalan sesuai target yang ditetapkan.
“Tanpa dukungan kebijakan dan sumber daya manusia yang memadai, sulit bagi kami mencapai target zero accident di seluruh perusahaan,” tegasnya.
Meski begitu, Pemprov Kaltim berkomitmen terus memperkuat penerapan K3 di seluruh sektor usaha. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan kerja sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi pekerja.
“Harapannya, seluruh perusahaan di Kaltim bisa mencapai target zero accident,” tambah Seno.
Baca Juga
Perusahaan Mulai Tunjukkan Komitmen K3
Sejumlah perusahaan besar di Kaltim dinilai mulai menunjukkan komitmen terhadap penerapan K3. Salah satunya Pupuk Kaltim, yang baru-baru ini menerima penghargaan atas capaian zero accident.
Vice President (VP) K3 Pupuk Kaltim, David Ronaldo Manik, mengatakan keberhasilan itu merupakan hasil disiplin dan penerapan sistem keselamatan kerja yang konsisten di internal perusahaan.
“Kami berupaya memastikan seluruh pekerja mematuhi prosedur keselamatan agar lingkungan kerja tetap aman,” ujarnya.
David menjelaskan, Pupuk Kaltim berhasil mempertahankan lebih dari 70 juta jam kerja tanpa kecelakaan, sehingga berhak memperoleh penghargaan dari pemerintah atas kinerja keselamatan kerja tersebut.
“Capaian ini hasil kerja sama seluruh tim dalam menerapkan sistem manajemen K3 secara konsisten,” jelasnya.
Ke depan, Pupuk Kaltim berkomitmen memperkuat pengawasan internal dan memastikan seluruh pekerja tetap patuh terhadap prosedur keselamatan kerja.
Baca Juga
“Kami ingin memastikan seluruh pekerja dapat bekerja dengan aman dan sesuai standar yang berlaku,” kata David. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id