Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Penyerapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur telah mencapai Rp42,6 miliar dari total Rp50,8 miliar per November 2025. Realisasi ini berjalan seiring operasional 72 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani ribuan pelajar di sembilan kabupaten/kota.
Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim, Sirajul Amin, membenarkan capaian tersebut.
“Di bulan ini sudah terserap Rp42 miliar. Angkanya akan terus bertambah seiring percepatan dan perluasan program MBG,” ujarnya.
Total anggaran MBG untuk Kaltim yang dikucurkan pemerintah pusat mencapai Rp50.832.861.600. Hingga November, realisasi mencapai Rp42.687.904.311 dan diperkirakan terus meningkat sesuai perkembangan pelaksanaan di daerah.
Dari 115 SPPG yang telah ditetapkan melalui SK, baru 72 yang beroperasi. SPPG tersebut tersebar di sembilan kabupaten/kota, dengan Mahakam Ulu menjadi satu-satunya daerah yang belum memulai layanan MBG.
Baca Juga
“Setiap SPPG yang sudah beroperasi melaksanakan MBG secara rutin. Untuk daerah yang belum, yakni Mahakam Ulu, itu menjadi target kita ke depan,” jelas Sirajul.
Ia menerangkan, anggaran bahan baku per porsi di setiap wilayah ditentukan berdasarkan Indeks Kemahalan Daerah (IKD), sehingga besaran biaya berbeda sesuai tingkat akses logistik dan harga pangan setempat.
“Untuk Samarinda, Balikpapan, Kukar, dan Bontang itu sama, Rp15.000 per porsi. Untuk Kutim dan Kubar sekitar Rp18.000,” katanya.
Baca Juga
Perbedaan harga komoditas pangan membuat skema subsidi silang diterapkan agar menu tetap memenuhi standar gizi.
“Karena menu makanannya berbeda-beda, seperti daging, ayam, telur, yang harganya variatif. Kami pakai subsidi silang lalu ambil rata-rata,” tambahnya.
Setiap SPPG mengoordinasi distribusi makanan ke beberapa sekolah dalam radius maksismal 6 kilometer atau sekitar 20 menit perjalanan untuk memastikan makanan tetap segar saat tiba di pelajar.
“Misalnya satu SPPG melayani 3.000–4.000 siswa dari beberapa sekolah. Kalau 3.000 siswa, anggaran yang diajukan sekitar Rp450 juta dalam satu periode (dua minggu) setiap SPPG,” bebernya.
Sirajul menegaskan, skema anggaran MBG dirancang fleksibel mengikuti kebutuhan di lapangan, termasuk porsi dan komposisi gizi seimbang.
“Anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan, porsi, serta gizi seimbang untuk para pelajar,” jelasnya. (*)
Baca Juga
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akuras.id
