Ratusan Perempuan Tanpa Identitas Terjaring di Loa Hui, Pemkot Samarinda Bakal Inventarisasi Ulang

Razia Satpol PP di kawasan eks lokalisasi Loa Hui, Samarinda, kembali mengungkap praktik prostitusi ilegal yang diduga beroperasi berbulan-bulan, dengan ratusan perempuan tanpa identitas hingga miras disita
Suci Surya
1.7k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Razia Satpol PP di kawasan eks lokalisasi Loa Hui, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, menemukan praktik prostitusi yang diduga berlangsung beberapa bulan terakhir. Pada operasi sebelumnya, petugas mengamankan lebih dari seratus perempuan tanpa identitas, seluruhnya bukan warga Samarinda. Sejumlah alat kontrasepsi dan ratusan botol minuman keras juga ditemukan tersembunyi di beberapa bilik bangunan.

Plt Asisten I Setda Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengatakan kawasan yang telah resmi ditutup sejak 2016 itu tidak lagi memiliki fungsi sebagai lokalisasi. Pemerintah bahkan telah membangun fasilitas pendidikan berupa SMP Negeri 43, yang direncanakan mulai beroperasi pada Juni mendatang.

“Di Loa Hui itu kan eks lokalisasi, tapi saat razia kemarin terlihat ada perkembangan lagi bisnis prostitusi,” ujar Asli.

Ia menambahkan bahwa mayoritas perempuan yang diamankan bukan penduduk setempat. “Data yang dipaparkan teman-teman, sekitar 200-an orang yang dirazia kemarin tidak punya domisili di sana. Itu orang luar semua,” beber Asli.

Pemkot kini mengumpulkan data dari kecamatan dan kelurahan untuk memperkuat laporan resmi yang akan disampaikan kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun. Menurut Asli, bukti-bukti sudah terkumpul dan tinggal dirangkum dalam laporan akhir.

“Kami baru inventarisir, bukti-bukti sudah banyak. Nanti tinggal dibuatkan resume rapat dan lapor Pak Wali,” sebutnya.

Pemerintah juga menyiapkan opsi penertiban lanjutan terhadap bangunan dan aktivitas yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan kawasan. Keberadaan minuman keras dan penghunian tanpa identitas menjadi salah satu dasar penilaian.

“Tempat yang dianggap tidak benar harus ditertibkan. Buktinya ada miras dan lainnya di sana, sementara penghuni harusnya punya identitas resmi,” kata Asli.

Ia menyebutkan bahwa unsur TNI, Polri, dan Satpol PP siap mendukung pengawasan berkelanjutan. Pemerintah berharap tidak ada lagi aktivitas ilegal yang mengisi kawasan tersebut.

“Kalau sudah ditutup, tidak boleh lagi ada aktivitas lainnya. Saya kira harus kita jaga dan awasi,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }