Masih Kurang Ribuan Guru, Darlis Pattalongi Minta Disdikbud Kaltim Buat Roadmap

DPRD Kaltim menyoroti minimnya pemenuhan guru di kawasan terpencil maupun perkotaan. Untuk itu, roadmap diminta untuk mengetahui data real akan kondisi ini.
Devi Nila Sari
938 Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Ketersediaan guru di Tanah Benua Etam, sapaan Kaltim, terus menjadi sorotan. Terutama di beberapa wilayah yang terletak di daerah terpencil, seperti kawasan tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Sekertaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Darlis Pattalongi mengatakan, jika hal ini bahkan dialami oleh Ibu Kota Kaltim, Samarinda.

“Bukan hanya di daerah 3T, di kota Samarinda sendiri kami masih menghadapi kekurangan guru yang signifikan,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Jawa, Samarinda Ulu, pada Selasa (25/11/2025).

Kondisi yang sama terjadi di Balikpapan, yang merupakan salah satu penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kota ini juga mengalami kekurangan guru di tingkat SMA/SMK dan SLB, sesuai wewenang Pemprov Kaltim.

- Advertisement -
Ad image

Bahkan kekurangan ini memiliki angka yang cukup signifikan, yaitu hampir 2.000 guru SMK, sekitar 1.000 guru SMA, dan hampir 500 guru SLB masih dibutuhkan.

“Pada ketiga jenis sekolah ini, kekurangan guru sangat nyata, terutama di SMK. Padahal SMK adalah tempat di mana anak-anak dipersiapkan untuk siap kerja setelah lulus,” sambungnya.

Untuk itu, DPRD Kaltim pun mengimbau Disdikbud agar memiliki program roadmap pemenuhan kebutuhan guru di sekolah-sekolah. Sebab, kondisi ini sangat memperihatinkan, lantaran kekurangan guru tidak hanya terjadi di kawasan terpencil, namun juga perkotaan.

Di sisi lain, ia pun mengingatkan agar pemerintah mencari guru SMK dan SLB yang sesuai dengan keahlian.

Ia menilai, kekurangan guru di SMK bukan hanya dari jumlah, tetapi juga dari rasio guru dengan ruang belajar. Hal ini seiring pula dengan pertambahan jumlah penduduk sehingga jumlah rombongan belajar bertambah.

“Tetapi tidak diiringi dengan penambahan guru yang memadai. Akibatnya, kekurangan guru juga terjadi di sekolah setingkat SMA,” tutupnya. (Adv/dprdkaltim/yed)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana