Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, PPU Kencangkan Distribusi Pangan demi Stabilitas Harga

Ketapang PPU menjamin stok bapokting mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Upaya pengamanan pasokan dilakukan dengan memperkuat jaringan distribusi dan menggandeng daerah pemasok.
Fajri
By
1.3k Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan ketersediaan bahan pokok dan penting (bapokting) dalam kondisi aman. Pengawasan harga dilakukan intensif, disertai koordinasi dengan para distributor untuk menjamin pasokan tetap stabil.

Kepala Ketapang PPU, Mulyono, menyebut hasil pendataan menunjukkan stok bapokting masih mencukupi kebutuhan. Namun terdapat komoditas yang memerlukan antisipasi lebih, khususnya bawang merah dan bawang putih.

“Ini sangat bergantung pada permintaan. Kalaupun ada kekurangan, sifatnya tidak signifikan,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Untuk menutup potensi defisit pasokan, terutama pada komoditas telur, Ketapang telah bekerja sama dengan Kabupaten Paser sebagai daerah pemasok cadangan.

- Advertisement -
Ad image

“Kalau stok telur di PPU kurang, kami segera minta pasokan dari Paser,” terangnya.

Selain pengawasan distribusi, pemerintah juga memberikan subsidi kepada distributor yang bersumber dari Badan Pangan Nasional. Langkah ini ditempuh untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus mengendalikan harga agar tetap terjangkau masyarakat.

“Kami perlu koordinasi lintas OPD, termasuk pertanian dan perikanan. Jika distribusi lambat, harga bisa naik dan memicu inflasi,” jelasnya.

Terkait aktivitas Satuan Pendidikan Berasrama (SPPG) di masa pelaksanaan Merdeka Belajar Genap (MBG) serta jelang Nataru, Mulyono memastikan keduanya tidak akan mengganggu ketahanan pangan daerah. Dari total target 19 SPPG tahun ini, baru empat yang beroperasi, dengan sepuluh di antaranya berlokasi di wilayah terpencil.

“Tantangannya sekarang kebutuhan bahan makanan lebih besar dan pemenuhannya harus cepat. Karena itu setiap SPPG kami dorong memanfaatkan pasokan pangan lokal,” sebutnya.

Mulyono mendorong pola kerja sama antara SPPG dan kelompok tani sekitar sebagai strategi memperkuat suplai pangan. Menurutnya, pemenuhan bahan baku dari kebun pekarangan, sayur dan buah lokal, dapat mengurangi ketergantungan ke luar daerah.

“Setiap SPPG bisa bermitra dengan kelompok wanita tani atau perkebunan pekarangan. Kami harap semua SPPG konsisten bekerja sama dengan kelompok lokal,” jelasnya. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }