Angka Stunting Turun Lambat, DPRD Kaltim Desak Daerah Bergerak Lebih Serius

DPRD Kaltim mendesak pemerintah daerah bergerak lebih serius dalam penanganan stunting. Pasalnya, dari 2021 hanya terjadi penurunan stunting 0,6 persen.
Devi Nila Sari
865 Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Upaya pengentasan stunting di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai lamban. Pasalnya, dari prevalensi pada 2021 sebesar 22,8 persen, hanya terjadi penurunan sebesar 0,6 persen hingga tahun ini. Sehingga, prevalensi stunting per 2025 menjadi 22,2 persen.

Menindaklanjuti hal ini, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan mendorong pemerintah provinsi, untuk membina dinas kesehatan kabupaten/kota dalam melakukan aksi penurunan stunting.

“Saat ini masih ada beberapa daerah yang angka stuntingnya masih tinggi, itu yang jadi perhatian kami,” tuturnya.

Politisi PKS ini menyebut Kutai Timur, Penajam Paser Utara, dan Kutai Barat sebagai daerah yang perlu perhatian lebih besar. Menurutnya, ketiga wilayah tersebut masih menghadapi tantangan signifikan dalam menurunkan angka stunting, meskipun berbagai program pemerintah telah berjalan.

- Advertisement -
Ad image

Ia menilai, bahwa fokus pengendalian stunting harus diperkuat, karena masalah ini termasuk prioritas nasional dan menjadi bagian dari evaluasi kinerja daerah.

Pemerintah provinsi, lanjutnya, telah mempertahankan alokasi anggaran penanganan stunting sebagai bentuk komitmen. Namun, komponen penting lainnya berada di kabupaten/kota yang bertanggung jawab menjalankan program secara langsung di lapangan.

Oleh sebab itu, ia mendesak pemerintah daerah untuk lebih aktif dan konsisten dalam memperluas intervensi, terutama pada keluarga berisiko dan wilayah yang masih menunjukkan angka tinggi.

“Kinerja penanganan stunting turut mempengaruhi penilaian pemerintah pusat, termasuk dalam hal pemberian dan pemangkasan dana transfer,” sambung Politisi PKS.

Jika daerah tidak menunjukkan progres yang memadai, kata dia, konsekuensinya bisa berdampak pada pengurangan anggaran yang diterima. Kondisi ini, harus menjadi alarm bagi semua pihak agar tidak sekadar menjalankan program, tetapi memastikan langkah-langkahnya benar-benar efektif.

Dengan berbagai tekanan tersebut, ia berharap, kolaborasi lintas sektor diperkuat, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga dukungan sosial.

“Keberhasilan menekan angka stunting hanya dapat dicapai melalui kerja bersama yang terukur dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim/yed)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }