Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur menyiapkan anggaran sekitar Rp2 triliun untuk mendukung pelaksanaan program gratispol pada 2026. Alokasi tersebut mencakup layanan pendidikan gratis dan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengatakan bahwa anggaran tersebut menjadi fondasi utama dalam memperkuat akses masyarakat terhadap layanan dasar tanpa beban biaya. Menurutnya, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur pelayanan dasar tetap menjadi tiga prioritas utama pemerintah daerah.
“Untuk program pelayanan gratis di bidang pendidikan dan kesehatan, anggaran yang disiapkan kurang lebih sekitar Rp2 triliun,” ucap Rudy.
Meski begitu, Pemprov Kaltim saat ini menghadapi tantangan fiskal akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk melakukan efisiensi besar-besaran agar program strategis tetap dapat berjalan.
Efisiensi tersebut dilakukan dengan memangkas berbagai pos belanja yang dinilai tidak mendesak. Beberapa di antaranya meliputi anggaran makan-minum, perjalanan dinas, hingga sejumlah agenda internal perangkat daerah.
Baca Juga
“Semua OPD kita rampingkan hingga sekitar 66 persen,” kata Rudy.
Rudy memastikan bahwa pengetatan anggaran tersebut tidak akan mengganggu standar pelayanan minimum bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa layanan dasar tetap berjalan normal, bahkan beberapa fasilitas publik akan ditingkatkan kualitasnya pada tahun depan.
“Bahkan beberapa layanan akan kita tingkatkan, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan,” jelasnya. (*)
Baca Juga
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id
