Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong penguatan inovasi pembangunan desa dan kelurahan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan efisiensi anggaran menjadi kunci agar program pembangunan tetap berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mudyat menilai kondisi efisiensi yang terjadi saat ini tidak boleh menjadi penghambat bagi pelaksanaan program desa dan kelurahan. Sebaliknya, situasi tersebut harus menjadi pemicu lahirnya inovasi agar pembangunan tetap efektif dan tepat sasaran.
“Dibutuhkan dorongan dan inovasi agar pembangunan tetap berjalan, dan masyarakat tetap mendapatkan manfaat dalam kondisi sebaik-baiknya,” ujar Mudyat.
Ia menjelaskan pemerintah daerah akan memperkuat arah kebijakan program desa dan kelurahan agar lebih fokus pada kegiatan yang benar-benar produktif serta mampu menggali potensi lokal. Mudyat berharap antar-desa dapat membangun keterkaitan ekonomi sehingga produk yang dihasilkan di satu wilayah dapat dimanfaatkan oleh desa lainnya.
“Kami harapkan desa-desa bisa saling berkoordinasi dan saling mengisi dalam meningkatkan perekonomian di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Sebagai contoh, Mudyat menyebut satu desa dapat mengembangkan produksi pakan ternak, sementara desa lain menjadi konsumen. Begitu pula desa penghasil pupuk dapat memenuhi kebutuhan desa yang fokus pada sektor pertanian, perikanan, maupun peternakan. Pola ini diharapkan mampu menciptakan sirkulasi ekonomi antardesa di PPU.
Selain mendorong kemandirian ekonomi desa, Pemkab PPU juga akan menerapkan efisiensi pada sejumlah proyek pembangunan, termasuk program desa terang. Mudyat mengungkapkan, biaya pemasangan lampu jalan yang selama ini mencapai Rp30 juta per titik melalui proyek, dapat ditekan menjadi sekitar Rp3 juta dengan pola swakelola.
“Kalau sebelumnya untuk seribu lampu dibutuhkan sekitar Rp30 miliar, sekarang tidak sampai sebesar itu. Jika anggaran yang ada dibagi merata ke desa-desa, insya Allah program desa terang bisa terwujud,” tegasnya.
Baca Juga
Mudyat menambahkan desa dan kelurahan tidak lagi sekadar memandang anggaran sebagai dana yang harus dihabiskan, tetapi sebagai instrumen untuk menciptakan dampak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Bagaimana kepala desa atau lurah berpikir, dengan dana yang ada bisa memberi manfaat apa bagi masyarakat. Itulah yang kita harapkan agar desa benar-benar menjadi sejahtera,” jelasnya. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id
