APBD 2025 Dikebut, DPRD Kaltim: SKPD Harus Disiplin dan Bergerak Cepat

DPRD Kaltim minta SKPD disiplin dan bergerak cepat dalam mengejar realisasi APBD 2025. Sebab, tenggat realisasi tidak sampai satu bulan lagi.
Devi Nila Sari
908 Views

Kaltim.akurasi.id, SamarindaGubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menargetkan realisasi APBD 2025 mencapai 93 persen. Meskipun, Pemprov Kaltim hanya memiliki waktu kurang dari satu bulan untuk memaksimalkan anggaran tersebut.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis optimis hal tersebut dapat tercapai. Dengan syarat, seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) disiplin dengan rencana yang sudah disusun sebelumnya.

“Capaian serapan di tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa target tinggi bukan hal baru,” tuturnya.

Ia menilai, tidak ada alasan bagi perangkat daerah untuk tidak mencapai angka yang sama tahun ini.  Dengan harapan, seluruh SKPD bekerja maksimal agar serapan anggaran tidak kembali tertahan menjelang penutupan tahun.

- Advertisement -
Ad image

Selain soal serapan, Ananda juga menyinggung kondisi pendapatan daerah yang ikut terdampak kebijakan pemotongan TKD dan penurunan dana bagi hasil.

Situasi ini membuat upaya menggali sumber pendapatan asli daerah (PAD) menjadi semakin mendesak.

Politisi Partai PDIP ini meminta Bapenda Kaltim untuk menyiapkan langkah awal, termasuk penyusunan naskah akademik terkait potensi pendapatan baru, salah satunya dari kegiatan jalur sungai di kawasan Sungai Makam.

Ananda menekankan, pentingnya memperkuat peran badan usaha milik daerah sebagai salah satu penopang PAD.

Selama ini, BUMD telah mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah, namun kontribusi yang dihasilkan masih perlu ditingkatkan.

Ia menegaskan, bahwa pengawasan DPRD akan diperkuat, terutama pada aspek manajerial, tata organisasi, serta kelayakan bisnis yang dijalankan perusahaan daerah.

“Kalau penyertaan modal besar tetapi hasil yang kembali untuk daerah juga besar, tidak ada masalah. Namun semuanya harus jelas, perencanaannya, bisnisnya layak atau tidak, dan berapa realisasi pendapatan untuk Kalimantan Timur,” ujarnya.

Ia juga menilai, optimalisasi pajak daerah, pengelolaan BLUD, serta pemanfaatan aset perlu terus didorong agar PAD semakin kuat.

“Kami berharap kontribusi fiskal daerah dapat meningkat sejalan dengan perbaikan kinerja BUMD dan SKPD,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim/yed)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }