Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Proses birokrasi di perguruan tinggi Kaltim mendapat sorotan. Pasalnya, beberapa oknum disebut kerap mempersulit birokrasi bagi mahasiswa. Hal ini pun dinilai menambah beban mereka yang secara tidak langsung berakibat pula pada lamanya waktu berkuliah.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, mengakui bahwa hal ini masih terjadi di beberapa perguruan tinggi.
“Siituasi seperti itu tidak boleh dibiarkan, karena dapat mengganggu proses pendidikan sekaligus berdampak pada kondisi mental mahasiswa,” tuturnya.
Jika terdapat oknum staf yang melakukan tindakan tidak profesional, menurutnya, laporan harus segera disampaikan kepada pimpinan fakultas atau rektorat, agar mendapat penanganan cepat dan tepat.
Politis Partai PKS ini menegaskan, pembiaran justru dapat memperbesar masalah dan menambah tekanan bagi mahasiswa yang tengah menghadapi tuntutan akademik.
Baca Juga
Dirinya mengingatkan, bahwa mahasiswa sudah memiliki beban tersendiri di luar urusan kampus. Ketika hambatan birokrasi justru hadir dari lingkungan pendidikan, maka kondisi tersebut berpotensi memperburuk fokus dan kesehatan mental mereka.
Meski begitu, ia menekankan, pentingnya verifikasi sebelum memberikan penilaian agar setiap laporan dapat dipahami secara proporsional.
“Data yang jelas dan rinci diperlukan untuk mengetahui bentuk hambatan, pola layanan, hingga motif yang mungkin melatarbelakanginya,” sambungnya.
Baca Juga
Agusriansyah menambahkan, tugas utama institusi pendidikan bukan hanya menyelenggarakan proses belajar mengajar, tetapi juga menyediakan layanan administrasi yang mudah diakses dan tidak menciptakan beban tambahan.
Menurutnya, aspek birokrasi yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pembelajaran dan kenyamanan lingkungan akademik.
Ia berharap, pihak kampus dapat memperbaiki sistem pelayanan serta melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja staf.
“Dengan begitu, mahasiswa tidak lagi terhambat oleh urusan administratif dan bisa lebih fokus menyelesaikan studinya dengan tenang dan produktif,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim/yed)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari
